Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Hadirnya Industri Padat Karya, Brebes Semakin Maju: Pekerja Dapat Hak Layak dan Jaminan Sosial

IMG 20260508 WA0008
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma ketika mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat kunjungan kerja ke pabrik sepatu PT Gold Emperor Indonesia (GEI) di Kecamatan Tanjung.(Foto dok hariandaerah.com)

BREBES – Kehadiran industri padat karya di Kabupaten Brebes mulai menunjukkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Tak hanya membuka lapangan pekerjaan, keberadaan perusahaan manufaktur juga menjadi harapan baru bagi ribuan keluarga buruh untuk hidup lebih layak dan keluar dari jerat kemiskinan. Hal ini terungkap saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan kunjungan kerja ke pabrik sepatu PT Gold Emperor Indonesia (GEI) di Kecamatan Tanjung, Kamis (07/05/2026). Ia didampingi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja dalam peninjauan langsung ke area produksi.

Di sela-sela kunjungan, Gubernur berdialog langsung dengan para pekerja dan mengetahui fakta menggembirakan: sejumlah buruh mampu meraih penghasilan tambahan dari lembur yang bisa mencapai Rp4 juta per bulan. Menurut Luthfi, angka ini bukan sekadar nominal, melainkan bukti nyata bahwa investasi yang masuk mampu memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat kecil.

“Ketika investasi masuk dan industri berkembang, manfaatnya bisa dirasakan langsung. Pendapatan buruh meningkat, daya beli keluarga ikut naik, dan ini sangat krusial untuk menekan angka kemiskinan,” ujar Luthfi.

Ia menegaskan, Pemprov Jateng terus mendorong pertumbuhan investasi sektor padat karya karena dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama warga lokal. Dukungan tidak hanya berhenti pada izin usaha, tetapi juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia lewat sekolah vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK), agar keahlian tenaga kerja setara dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA:  Polres Tanah Karo dan Instansi Terkait Gelar Patroli Skala Besar Jelang Pilkada 2024

“Investasi bukan hanya soal membuka pekerjaan, tapi kunci mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Karena itu, kualitas SDM lokal harus terus disiapkan agar mampu bersaing dan bekerja secara profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menilai pertumbuhan industri ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi daerah. Keberadaan perusahaan padat karya memberi kesempatan luas bagi warga mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak. Dampak positifnya pun dirasakan hingga ke tingkat keluarga dan ekonomi desa.

“Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang telah memenuhi hak-hak pekerja dengan baik. Ini bukti nyata investasi berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya agar kemiskinan di Brebes semakin tertekan,” tegas Paramitha.

Salah satu karyawan, Tri Dewi Martini, mengaku bersyukur telah bekerja selama satu setengah tahun di perusahaan tersebut. Ia menjelaskan, selain gaji pokok sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), pekerja juga mendapatkan berbagai tunjangan berupa uang makan, bonus kehadiran, tambahan lembur, hingga jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

BACA JUGA:  Pengurus Mesjid Agung Tutup Prosesi Pernikahan, Ketua DPRK : Segera Buka Kembali

“Kalau kita rajin masuk dan mau ikut lembur, penghasilannya lumayan besar dan sangat membantu kebutuhan keluarga. Sistem penggajiannya juga jelas dan transparan,” ungkap Tri Dewi dengan senang.

Diketahui, PT Gold Emperor Indonesia merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal China yang bergerak di bidang manufaktur alas kaki. Pada rentang tahun 2024–2025, perusahaan ini telah merealisasikan nilai investasi mencapai Rp1,65 triliun. Hingga saat ini, GEI telah menyerap tenaga kerja sebanyak 4.044 orang, dengan mayoritas pekerja merupakan perempuan. Ke depannya, perusahaan berencana memperluas kapasitas produksi dan menargetkan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi masyarakat Brebes, kehadiran industri ini bukan sekadar bangunan pabrik baru, melainkan gerbang harapan menuju kehidupan yang lebih baik. Dari ruang produksi inilah tumbuh optimisme keluarga yang lebih sejahtera, sekaligus menjadi pendorong utama kemajuan ekonomi Kabupaten Brebes ke depan.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *