BREBES – Upaya Kabupaten Brebes menuntaskan kemiskinan ekstrem serta mengukuhkan posisinya sebagai penyangga pangan nasional mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi secara langsung menyerahkan bantuan senilai Rp28,01 miliar untuk tahun anggaran 2026 dalam kegiatan Percepatan Pembangunan Program Selapanan di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (07/05/2026).
Bantuan tersebut dialokasikan untuk sektor-sektor strategis: Rp16,5 miliar guna meningkatkan mutu pendidikan di 101 satuan pendidikan; Rp7,03 miliar untuk rehabilitasi 28 jaringan irigasi dan penyediaan sarana pertanian; serta Rp1,52 miliar untuk program perlindungan sosial dan pendampingan 375 kelompok usaha ekonomi masyarakat. Dukungan juga disalurkan melalui Dinas Kelautan, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Masyarakat Desa, hingga Dinas Perumahan dan Permukiman. Selain itu, Pemprov menambah alokasi dana: Rp11 miliar untuk pelebaran jalan menuju Kawasan Wisata Waduk Penjalin, serta anggaran revitalisasi Balai Latihan Kerja guna mencetak tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri.
“Kami menangkap visi utuh Bapak Gubernur: kemiskinan harus dikeroyok dari segala sisi — lewat penguatan ekonomi, pariwisata, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kami tidak hanya menunggu, tapi sudah bergerak nyata,” ujar Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma di hadapan Gubernur, tokoh masyarakat, dan seluruh undangan.
Ia pun memaparkan sejumlah capaian nyata yang telah diraih Pemkab Brebes dalam waktu singkat. Angka stunting berhasil ditekan drastis dari 23,1% menjadi 13,1%. Sebanyak 1.307 unit rumah tidak layak huni telah direnovasi, program jambanisasi menjangkau 1.581 rumah tangga, layanan kesehatan Nakes Door to Door melayani lebih dari 204.000 warga hingga ke pelosok desa, serta program Gas Rolas berhasil memulihkan 628 anak putus sekolah kembali menempuh pendidikan.
Di sektor ketahanan pangan, Brebes tampil sebagai kekuatan utama nasional. Sebagai penghasil bawang merah, Brebes menyumbang 60% produksi Jawa Tengah dan 20% kebutuhan nasional, bahkan telah menembus pasar ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, hingga Singapura. Belum lagi, tahun lalu Brebes memanen 607.000 ton padi — angka yang melampaui target yang ditetapkan. Berkat capaian ini, Badan Pangan Nasional menetapkan Brebes sebagai barometer utama produksi bawang merah Indonesia.
“Kami buktikan anggaran tidak habis hanya di seremonial. Silakan Bapak Gubernur tinjau langsung hasil kerja kami di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan. Hasilnya nyata ada di depan mata,” tantang Paramitha dengan penuh percaya diri. Ia pun memohon dukungan lanjutan untuk penanganan ribuan rumah tidak layak huni yang tersisa, perluasan kuota Sekolah Kemitraan, serta penambahan frekuensi program Dokter Spesialis Keliling agar warga desa dapat menikmati layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan Brebes masuk dalam 10 kabupaten/kota prioritas penanganan kemiskinan se-Jawa Tengah. Penetapan ini didasarkan pada data resmi, mengingat Brebes memiliki wilayah luas, penduduk padat, serta posisi strategis berbatasan langsung dengan Jawa Barat yang berisiko tertinggal jika tidak diintervensi khusus. Gubernur juga menyoroti tantangan sosial banyaknya anak putus sekolah usia SMP untuk membantu orang tua. Ia memastikan program sekolah gratis bersubsidi Rp5.000 per hari akan digencarkan, namun penanganan harus menyentuh akar masalah secara menyeluruh.
Tahun 2026 ditetapkan sebagai masa penguatan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional, dengan target produksi gabah minimal 10 juta ton untuk menyalip posisi Jawa Timur sebagai penyumbang pangan terbesar. “Brebes adalah kuncinya. Seluas 1,5 juta hektar lahan pertanian di sini menjadi penyangga utama. Kami perintahkan dinas terkait segera petakan potensi kekeringan dan kelayakan irigasi, jangan sampai capaian tahun lalu menurun,” tegas Luthfi.
Berita menggembirakan datang dari sektor investasi. Tahun ini, nilai investasi yang masuk ke Jawa Tengah telah mendekati angka Rp110 triliun. Brebes pun dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik susu terbesar se-Asia Tenggara, yang nantinya akan memasok sekitar 15% kebutuhan susu nasional. Gubernur meminta Pemkab Brebes segera menyiapkan lahan minimal 50 hektare untuk kawasan industri, mengingat investasi kini bergeser ke pola padat modal yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan berkualitas.
“Brebes punya potensi luar biasa. Bisa dibilang ibarat gadis cantik yang memikat hati investor, sama seperti Jawa Tengah yang kini diminati karena menjamin keamanan, kepastian hukum, dan kualitas SDM setara tenaga kerja negara maju,” ujar Luthfi disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Untuk memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, Gubernur memberi arahan tegas: Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Lurah harus turun langsung ke rumah warga. Fokus utamanya adalah verifikasi kelayakan rumah, deteksi dini stunting, memastikan anak bersekolah, serta pemenuhan akses sanitasi. “Petugas yang bekerja serius akan kami beri insentif agar maksimal. Kami pastikan tak ada satu pun warga yang tertinggal,” ujarnya berkelakar.
Di akhir arahannya, Luthfi menegaskan intervensi khusus akan terus digencarkan di Brebes, Pemalang, Wonosobo, Banjarnegara, dan Kebumen agar wilayah-wilayah prioritas tersebut dapat tumbuh sejajar dengan daerah lain yang lebih maju.
“Kita harus bersatu, rukun, dan maju bersama. Ingat, Ayu Ting Ting hanya satu, tapi yang paling penting kita semua bersatu dan satu tujuan membangun Jawa Tengah,” tutup Gubernur mengakhiri sambutan diiringi tepuk tangan meriah seluruh hadirin.














