Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Hingga November 2025, Program Makanan Bergizi Gratis Belum Tersentuh Sekolah 3T Pulau Siumat

IMG 20251111 WA0007
Hingga November 2025, Program Makanan Bergizi Gratis Belum Tersentuh Sekolah 3T Pulau Siumat. (Foto: hariandaerah.com).

SIMEULUE – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional tahun 2025 dengan anggaran mencapai triliunan rupiah, seharusnya diutamakan bagi sekolah-sekolah di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Namun, hingga November 2025, program tersebut belum juga berjalan di SDN-SMP Satap Pulau Siumat, Kabupaten Simeulue, Aceh.

Padahal, sesuai instruksi Presiden melalui Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksanaan MBG untuk sekolah 3T menjadi fokus utama guna mengatasi persoalan gizi anak-anak di wilayah yang sulit dijangkau.

Namun, hingga kini, pihak sekolah di Pulau Siumat masih menerima informasi bahwa dapur khusus MBG belum berdiri.

“Kami masih mencari lahan untuk pembangunan dapur khusus. Estimasi waktu penyelesaiannya sekitar 35 hari ke depan, mungkin baru terealisasi pada tahun 2026,” ujar Koordinator MBG Kabupaten Simeulue, saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Safii, Kepala SDN-SMP Satap Pulau Siumat. Ia mengaku sudah menanyakan langsung melalui pesan WhatsApp kepada koordinator MBG kabupaten, dan mendapatkan jawaban serupa.

“Benar, hingga sekarang program MBG di sekolah kami belum berjalan. Katanya masih mencari lokasi dapur dulu. Kalau lancar, mungkin sekitar 35 hari lagi baru mulai,” jelas Safii.

Safii menambahkan, sebenarnya pihak sekolah telah menyiapkan lahan milik sekolah yang luas dan bersertifikat di area SMP untuk pembangunan dapur MBG. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Kami sudah siap. Tanahnya ada, luas, dan bersertifikat. Tapi entah mengapa pelaksanaannya masih tertunda,” ujarnya.

Keterlambatan ini memicu pertanyaan dari wali murid dan masyarakat Pulau Siumat, yang merasa sekolah mereka dianaktirikan dalam pelaksanaan program nasional tersebut.

“Kami sering tanya ke sekolah kapan anak kami dapat makan bergizi gratis. Kenapa sekolah di daratan sudah jalan, tapi di sini belum ada tanda-tanda dapur akan dibangun? Padahal ini wilayah 3T yang seharusnya diprioritaskan,” ungkap salah seorang wali murid.

“Kalau sampai tahun 2026 baru jalan, rasanya tidak adil. Kami di sini hidup sederhana, kebanyakan petani dan nelayan dengan penghasilan pas-pasan. Anak-anak kami sangat membutuhkan program ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Juru Bicara BGN RI, Dian Fatwa, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG di daerah 3T memiliki konsep dapur berbeda dibandingkan sekolah di perkotaan.

“Kawasan 3T memiliki karakteristik penduduk yang tidak padat, sehingga perlu dapur MBG di sekolah. Ini berbeda dengan area urban yang memiliki populasi besar dan akses logistik lebih mudah,” jelas Dian.

SDN-SMP Satap Pulau Siumat berjarak sekitar 11 mil laut dari daratan Kabupaten Simeulue. Sekolah terpadu ini memiliki 82 siswa dan 23 tenaga pendidik yang hingga kini masih menunggu kepastian pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis di wilayah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *