JAKARTA – Indonesia terus berupaya memediasi upaya kemanusiaan di tengah eskalasi konflik di Gaza, Palestina.
Dalam sebuah konferensi pers daring yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa (24/10/2023), Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Arrmanatha Nasir, mengungkapkan tekad Indonesia untuk meminta Majelis Umum PBB menggelar sidang khusus guna membahas isu konflik di Gaza, Palestina.
Dubes Arrmanatha menjelaskan bahwa, Indonesia telah secara aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Palestina dan Liga Arab, untuk mendorong pelaksanaan sesi darurat khusus di Majelis Umum PBB sejak konflik di Gaza meletus pada Sabtu (7/10/2023).
“Dari awal, kita sudah mencoba berbicara dengan Palestina, dengan Liga Arab untuk mendorong emergency special session atau sesi darurat khusus di Majelis Umum PBB,” kata Dubes Arrmanatha.
Meskipun Dewan Keamanan PBB belum mampu mencapai kesepakatan konkret untuk menghentikan konflik, Palestina dan Liga Arab bersama dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang didorong oleh Indonesia, telah mengajukan permintaan agar Majelis Umum PBB mengadakan sidang khusus darurat.
Upaya ini telah mendapat dukungan dari sejumlah negara di luar Organisasi Kerja Sama Islam, seperti Vietnam, Laos, Kamboja, dan Malaysia, yang juga memahami pentingnya mengatasi krisis kemanusiaan ini.
Pada 23 Oktober 2023, OKI, Liga Arab, dan sembilan negara lainnya, dengan dukungan Indonesia, berhasil menyuarakan permintaan agar Majelis Umum PBB mengadakan sidang khusus yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2023.
Sementara itu, situasi kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 5.791 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat agresi pendudukan Israel sejak konflik dimulai pada 7 Oktober 2023, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi lain, jumlah warga Israel yang tewas akibat konflik ini juga terus bertambah, mencapai setidaknya 1405 orang, termasuk tentara dan polisi.
Harapan bahwa sidang khusus di Majelis Umum PBB dapat membuka jalan menuju gencatan senjata dan penyelesaian konflik semakin memuncak seiring dengan upaya diplomasi yang gencar dilakukan oleh Indonesia dan komunitas internasional.
Sebagai mediator yang berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan, Indonesia terus mendukung upaya-upaya untuk mengakhiri konflik dan meringankan penderitaan yang dialami warga Palestina dan Israel di tengah situasi yang semakin genting.














