Jakarta – Billy John Pagara Biliy menilai sikap Indonesia dalam merespons krisis global akibat ketegangan Amerika Serikat dan Iran layak diapresiasi. Pemerintah dinilai konsisten mengedepankan diplomasi dan hukum internasional, serta menolak eskalasi yang berisiko memperburuk stabilitas global.
Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Indonesia aktif mendorong de-eskalasi, gencatan senjata, dan dialog antar pihak yang bertikai. Upaya ini juga diperkuat lewat peran di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam.
Menurut Biliy, langkah tersebut mencerminkan prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif”, dengan posisi yang tidak berpihak namun tetap konstruktif dalam menjaga perdamaian dunia. Pendekatan ini juga dinilai realistis karena mempertimbangkan kepentingan nasional, baik diplomatik maupun ekonomi.
Ia turut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Konsep “Rakyat Bantu Rakyat” disebut sebagai fondasi solidaritas sosial guna memastikan pembangunan berjalan optimal.
Dengan persatuan dan optimisme, Indonesia diyakini mampu terus berkontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan.














