Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

IPJT Gelar Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim, Kuatkan Silaturahmi dan Integritas Jurnalisme

IMG 20260317 WA0005
Ketua DPP IPJT Jateng Firdaus Andika, beserta Istri ketika sedang memberikan santunan kepada anak yatim.(Foto hariandaerah.com/PZ)

 

BREBES – Lebih dari 90 insan pers dan aktivis dari berbagai organisasi serta media di Kabupaten Brebes berkumpul dalam acara buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan anak yatim, yang digelar di Rumah Makan Dapur Mangrove, Jalan Proklamasi, Kecamatan Brebes pada Senin (16/03/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan Ramadan 1447 Hijriah ini diselenggarakan oleh DPP Insan Pers Jawa Tengah (IPJT), dengan tujuan ganda yaitu, mempererat tali silaturahmi antar sesama praktisi media dan aktivis, serta meneguhkan landasan profesionalisme, integritas, dan independensi dalam dunia jurnalisme.

Setelah seharian menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing di berbagai wilayah Kabupaten Brebes, para peserta yang terdiri dari wartawan media cetak, elektronik, daring, serta aktivis masyarakat dari berbagai komunitas lokal tiba secara bergantian mulai pukul 17.30 WIB. Suasana langsung menjadi hangat dengan obrolan santai tentang perkembangan kondisi daerah dan dinamika profesi masing-masing, sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Didalam suasana riuh rendah obrolan dan canda tawa para insan pers dan aktivis, terselip wajah-wajah mungil dari 20 anak yatim yang berasal dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Brebes dan sekitarnya. Mereka hadir untuk menerima santunan uang tunai yang disiapkan khusus oleh Ketua DPP IPJT Firdaus Andika.

Salah satu anak yatim, Siti Nurhaliza (9 tahun) mengungkapkan rasa syukurnya: “Terima kasih banyak, kami senang bisa ikut berbuka puasa bersama kakak-kakak Wartawan dan Aktivis seperti keluarga besar.”

Kegiatan ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul rutinan tahunan. Kehadiran Ketua Umum IPJT, Firdaus Andika sekaligus penggagas acara ini, secara khusus memberikan arahan dan gagasan penting kepada seluruh Insan pers dan Aktivis.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Lebak Kampanyekan Kamsel ke Serikat Sopir Banten, Begini Pentingnya

Dihadapan jajaran pengurus IPJT Cabang Brebes dan insan pers lintas organisasi, ia menyampaikan pesan menohok terkait kinerja dan kualitas jurnalistik di era digital saat ini. “Wartawan adalah mata dan telinga publik.

Tidak cukup hanya mengeluarkan berita, tetapi harus memahami secara mendalam Kode Etik Jurnalis Indonesia, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan selalu menggunakan teknik 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) dengan disiplin tinggi,” tegas Firdaus dalam sesi diskusi yang berlangsung sebelum berbuka puasa.

Ia menyoroti fenomena jurnalisme “instan” yang tengah marak, serta memberikan slogan yang mudah diingat tentang praktik jurnalis yang kurang profesional, yaitu “Muntaber” (muter-muter tanpa berita). Menurutnya, praktik tersebut mulai menggerus kepercayaan publik terhadap media massa.

“Berita yang kuat dan dapat dipercaya lahir dari konfirmasi yang tepat kepada beberapa sumber serta verifikasi yang ketat, bukan sekadar mengeluarkan opini pribadi atau praktik malas copy-paste yang tidak hanya merusak kredibilitas tetapi juga berisiko secara hukum,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Penasehat DPP IPJT, Azmi Asmuni Majid, yang dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa profesi jurnalis tidak hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki beban moral yang besar untuk berpihak pada kebenaran.

Azmi menekankan pentingnya peran media dalam mengawal hak-hak dasar rakyat, khususnya di Kabupaten Brebes. “Kita tidak boleh hanya fokus pada berita politik atau acara resmi belaka. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti akses masyarakat kurang mampu terhadap BPJS Kesehatan, kualitas layanan rumah sakit dan puskesmas di daerah pelosok, serta kelancaran proses pendaftaran dan pencairan bantuan sosial,” jelasnya.

“Jurnalis tidak boleh netral dalam arti diam saat melihat ketidakadilan terjadi di sekitar kita; jurnalis harus tetap independen dan berpihak pada kebenaran serta kepentingan rakyat banyak,” ungkap Azmi dengan tegas.

BACA JUGA:  Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim untuk Pilchiksung Aman dan Tertib

Menurutnya, kolaborasi sinergis antara media massa dan pemerintah daerah memiliki peran kunci dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Brebes. “Informasi tentang program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu, pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi, serta program ekonomi rakyat perlu disebarkan secara luas dan jelas agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Setelah sesi diskusi yang penuh makna, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Nadirin dari Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, dan diikuti oleh seluruh peserta dan anak yatim yang hadir. Setelah itu, seluruh hadirin melaksanakan berbuka puasa bersama dengan hidangan khas nusantara yang disajikan oleh Rumah Makan Dapur Mangrove.

Acara ditutup dengan suasana kekeluargaan yang hangat, dengan berbagai foto bersama diambil sebagai kenang-kenangan. Dari pertemuan sederhana ini, lahir kesepakatan besar antara para insan pers dan aktivis: membangun komunikasi yang sehat dan terjalin erat antara berbagai pihak, demi terwujudnya keterbukaan informasi publik yang lebih cerdas, akurat, dan solutif bagi seluruh warga Kabupaten Brebes.

“Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan dan lebih aktif dalam mengawal kepentingan masyarakat. Semoga dengan kerja sama yang baik, kita bisa membantu membawa perubahan positif bagi Brebes,” pungkas Makroni  salah satu Wartawan Online Kabupaten Brebes.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *