ACEH TAMIANG — Kinerja panitia pelaksana kegiatan 5.000 santunan anak yatim dan wakaf Qur’an di Hunian Sementara (Huntara) I Kampung Simpang Empat Upah Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, menuai kritik tajam.
Alih-alih menyebarkan syiar, acara yang digelar pada Sabtu (7/3/2026) ini justru diwarnai aksi pengusiran terhadap sejumlah wartawan yang secara resmi diundang oleh manajemen BSI Pusat dan BSI Aceh.
Ketidakprofesionalan panitia lokal ini memicu kekecewaan mendalam bagi awak media, termasuk Rahmad Wiguna, jurnalis dari media ternama Serambi Indonesia. Ironisnya, Rahmad hadir ke lokasi atas permintaan langsung pihak BSI Pusat untuk meliput kegiatan tersebut.
Kontradiksi Undangan dan Realita Lapangan
Aksi pelarangan liputan ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalistik. Rahmad Wiguna menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan atas inisiatif pribadi, melainkan memenuhi komitmen profesional terhadap pengundang.
“Kami diundang langsung oleh BSI Pusat. Kami datang karena menghargai undangan itu, bukan karena tidak ada pekerjaan lain. Kalau tahu akan diperlakukan seperti ini, kami lebih baik mengerjakan agenda lain yang lebih jelas,” tegas Rahmad dengan nada kecewa.
Kinerja Panitia Lokal Coreng Citra BSI
Kekecewaan ini turut diamini oleh sejumlah jurnalis daerah lainnya yang juga merasa “dibuang” di lokasi acara. Muncul dugaan kuat adanya ketidaksinkronan koordinasi antara BSI Pusat sebagai penyelenggara utama dengan panitia pelaksana di tingkat tapak.
Wartawan menilai panitia lokal seolah hanya menginginkan peliputan dari “tim internal” saja, padahal undangan resmi telah disebar secara luas ke media-media kredibel. Sikap tertutup dan arogan ini dinilai sangat tidak profesional dan justru merusak citra BSI yang selama ini dikenal sangat terbuka dengan mitra pers.
Mengundang jurnalis lintas provinsi (Medan-Aceh) namun menghalangi kerja jurnalistik mereka, hal ini merupakan Citra Buruk BSI yang Ketidakmampuan panitia lokal menjaga etika koordinasi mencoreng nama baik BSI Pusat yang selama ini dikenal menjunjung tinggi kemitraan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BSI Pusat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pengusiran mitra media mereka oleh oknum panitia lokal di Huntara Karang Baru tersebut.[]














