Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Jatim Siap Jadi Motor Utama Wujudkan Indonesia Emas 2045

Screenshot 20260517 145825 Chrome
Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok, Minggu (17/5/2026)

Hariandaerah.com Jakarta – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian serta naik-turunnya harga komoditas pangan, Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai penyangga utama stabilitas nasional. Langkah-langkah strategis yang dijalankan di wilayah ini menjadi bukti nyata penerapan visi Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat ekonomi rakyat melalui pengolahan hasil bumi yang berpusat di desa.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok, menegaskan bahwa wilayah ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi barometer keberhasilan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah di tingkat pusat dan daerah kini berada di fase paling krusial untuk memajukan sektor pertanian dan kelautan agar lebih maju dan berdaya saing.

Hilirisasi: Jangan Hanya Jadi Pemasok Bahan Mentah

Dalam pandangannya terkait kebijakan publik, Chusni menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak boleh hanya diukur dari angka hasil panen di sawah atau hasil tangkapan di laut. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal, sehingga kesejahteraan yang dihasilkan benar-benar dirasakan langsung oleh para petani dan nelayan.

“Kami tidak menginginkan Jawa Timur sekadar menjadi jalur keluar-masuk bahan mentah. Inti dari kedaulatan pangan itu adalah hilirisasi yang berpihak pada rakyat. Artinya, pengolahan hasil panen harus bisa dikelola sendiri oleh koperasi desa maupun pelaku UMKM setempat,” tegas Chusni saat ditemui awak media di Surabaya, Selasa (12/5).

BACA JUGA:  Pemilu Curang, Gatot Nurmantyo: Siapkan Posko Indonesia Siaga*

Ia menambahkan, kehadiran dan penguatan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis yang sangat sejalan dengan arah kebijakan Presiden. Melalui koperasi yang dikelola dengan baik, rantai pasok dan distribusi yang selama ini terlalu panjang serta merugikan produsen kecil, perlahan dapat dipangkas. Menurutnya, ini adalah bentuk penataan ekonomi yang paling adil bagi masyarakat luas.

Sebagai pimpinan komisi yang membidangi urusan ekonomi, Chusni juga menaruh perhatian besar pada upaya mengantisipasi risiko perubahan iklim. Beragam dukungan sarana pertanian seperti pompanisasi hingga mekanisasi yang digulirkan pemerintah pusat harus disambut dengan kesiapan penuh oleh birokrasi di daerah agar manfaatnya maksimal.

“Jaminan ketersediaan pupuk serta modernisasi alat pertanian yang digalakkan Presiden adalah suntikan energi besar bagi perekonomian kita di Jatim. Tugas kami di legislatif adalah memastikan tidak ada hambatan dalam penyaluran kebijakan tersebut. Bukti nyatanya, inflasi pangan di Jatim tetap terjaga rendah, ini tandanya kerja sama ini berjalan efektif,” jelasnya.

Pembangunan Merata, Bangkitkan Minat Generasi Muda

Lebih jauh, Chusni memaparkan bahwa pola pembangunan ekonomi ke depan harus bersifat inklusif dan merata. Berbagai program seperti pembenahan kawasan kampung nelayan hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan koperasi dinilainya sebagai langkah cerdas untuk menarik minat generasi muda agar mau berkarya dan membangun sektor produktif di desa.

BACA JUGA:  PT PPP Meski Turut Terdampak Banjir, Minamas Plantation Tetap Berkomitmen salurkan bantuan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Tamiang

Menurutnya, pembangunan yang berpusat pada desa adalah cara terbaik agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menumpuk di wilayah perkotaan saja, melainkan menyebar hingga ke pelosok daerah.

“Jika desa-desa di Jawa Timur kuat secara ekonomi, maka ketahanan ekonomi makro kita akan jauh lebih tangguh dan tidak mudah goyah saat menghadapi guncangan dari luar,” ucapnya.

Bagi Chusni, seluruh langkah ini adalah amanah moral untuk memastikan terwujudnya babak baru kebangkitan ekonomi Indonesia. Ia sangat yakin, dengan arahan kepemimpinan nasional yang tegas dan pelaksanaan yang tepat sasaran di daerah, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, melainkan sesuatu yang pasti bisa diraih.

“Jawa Timur siap menjadi penggerak utamanya. Saat Jatim kuat di sektor pangan dan ekonomi, maka pondasi Indonesia untuk berdiri tegak dan mandiri akan semakin kokoh dan nyata adanya,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *