Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Politisi Golkar Ingatkan Bahaya Judi Online

dpr-ri
Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno. (Foto: Istimew)

Hariandaerah.com Jakarta – Sebuah temuan mencengangkan menjadi sorotan utama Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. Data terbaru mengungkap fakta kelam bahwa sebanyak 200.000 anak di Indonesia telah terpapar dan terperangkap dalam lingkaran judi daring. Yang paling mengkhawatirkan, hampir separuhnya atau sekitar 80.000 jiwa bahkan masih berusia di bawah 10 tahun, usia yang seharusnya masih penuh tawa dan buku pelajaran. Kondisi ini disebut Dave sebagai bom waktu yang mengancam eksistensi dan ketahanan bangsa di masa depan.

Pernyataan tegas itu disampaikan Dave Laksono di Jakarta, Jumat (15/5/2026). Menurutnya, judi daring kini tidak lagi sekadar masalah pelanggaran hukum semata, melainkan telah bermetamorfosa menjadi ancaman nyata yang menggerus moral, mentalitas, dan kualitas sumber daya manusia generasi penerus.

“Saat anak-anak yang seharusnya kita persiapkan menjadi intelektual dan pemimpin bangsa justru tersedot masuk ke dalam dunia gelap ini, kita sedang menghadapi kerusakan sosial yang sangat dalam dan sulit diperbaiki. Ini bukan sekadar angka, ini nasib masa depan kita,” tegas Dave.

BACA JUGA:  Dukung Program Nasional, Wali Kota Langsa Hadiri Rakornas 2026

Politisi ini pun mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital untuk tidak main-main dalam menjaga ruang digital. Internet harus kembali menjadi ruang sehat untuk berkarya, bukan sarang kejahatan. Langkah pemutusan akses terhadap platform ilegal harus dilakukan dengan strategi yang lebih tajam dan efektif.

Namun, penindakan saja dinilai belum cukup ampuh. Dave menekankan perlunya pendekatan menyeluruh, di mana literasi digital menjadi senjata utama. Orang tua, pendidik, dan lingkungan masyarakat wajib dilibatkan secara aktif untuk membangun benteng kesadaran bahwa judi daring adalah racun yang mematikan.

“Indonesia punya tanggung jawab besar untuk menunjukkan kita mampu menjaga ruang digital tetap bersih. Judi daring itu racun perusak masa depan. Kita harus bergerak bersama agar anak-anak kita tumbuh cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi dunia, bukan hancur sebelum dewasa,” tambahnya.

Senada dengan itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga telah membongkar fakta sebenarnya di balik judi daring saat berbicara di Medan, Rabu (13/5/2026). Ia menegaskan bahwa apa yang disebut permainan itu sejatinya adalah jaringan penipuan terstruktur. Sistemnya dirancang sedemikian rupa sehingga pemain hampir pasti akan menderita kerugian, baik materi maupun mental, dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Kunjungi Bali, Tinjau Pendidikan dan Harga Pangan

“Judi daring itu scam atau penipuan murni. Algoritmanya dipastikan membuat pemain kalah terus-menerus. Jadi, jangan pernah berpikir ini cara cari uang, ini cara kehancuran,” tegas Meutya.

Oleh sebab itu, Menkomdigi mengingatkan bahwa strategi pemberantasan tidak boleh hanya mengandalkan pemblokiran atau takedown situs semata. Pendekatan teknis harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial.

“Yang paling penting adalah menyadarkan masyarakat. Fakta-fakta ini harus masuk ke setiap rumah tangga. Kesadaran yang tumbuh dari dalam keluarga adalah tameng paling kuat yang kita miliki,” pungkas Meutya Hafid.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *