BIREUEN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA), melalui Juru Bicara (Jubir) Rizki Maulizar, mendesak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen untuk lebih transparan dalam perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) ditingkat gampong.
Lebih lanjut jubir JARA, Rizki Maulizar menyebutkan, ada 18 PPK merupakan ASN, kepala desa, pendamping lokal desa dan sekdes, kini PPS juga ada bidan desa, PLD, PKH, perangkat desa, bahkan pengurus parpol yang disiapkan untuk memanipulasi hasil pemilihan umum mendatang.
“Haka kami mendesak KIP Bireuen lebih mawas diri dalam perekrutan PPS untuk tenaga pemilu serentak 2024 mendatang,” kata Rizki pemerhati kebijakan pemerintah Aceh itu, Rabu (25/1/2023).
Rizki Maulizar menyampaikan, peran KIP sangatlah besar dalam menentukan perekrutan tanpa kecurangan baik dalam administrasi serta penilaian tes.
Rizki menjelaskan, dari laporan masyarakat pada perekrut Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang telah berlalu didapati selain rangkap jabatan aparatur Gampong. Maka lakukan proses rekrutmen dengan sebenarnya dan jangan ada kecurangan, dalam bersikap apalagi merugikan banyak pihak.
“Dari sisi itu juga masyarakat sudah pintar dan tidak akan diam menerima, kalau rekrutmen calon penyelenggara Pemilu hanya sekedar formalitas saja,” ujar jubir JARA itu.
Kendati demikian, pihaknya mendesak Komisioner KIP Bireuen jangan bekerja seperti kaum Oligarki yang dapat menghambat berjalannya pesta demokrasi secara jujur dan adil.
“Sekali lagi, jangan hanya gara-gara meladeni titipan, akan merusak ruh demokrasi sejati yang dinantikan oleh rakyat banyak,” pungkasnya.














