Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Ketua DPRA Tuding Gerindra Dibalik Pergantian Sekda Aceh, Irsyadi: Itu Fitnah

IMG 20250222 034546
Bendahara Gerindra Aceh, H Teuku Irsyadi MD. (Foto:hariandaerah.com/Sukma)

BANDA ACEH  – Kisruh Pengangkatan Plt Sekda Aceh Al Hudri berlanjut. Ketua DPRA, Zulfadli menuding jika Partai Gerindra berada dibalik pergantian Plt Sekda Aceh dalam Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah dan Pelantikan Wakil Ketua DPRA dari Fraksi Golkar.

“Pengangkatan Plt Sekda Aceh itu semuanya permainan Ketua Partai Gerindra Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) yang juga Wakil Gubernur Aceh dan Bendahara Gerindra, T Irsyadi,” ucap Zulfadli, Jum’at (21/02/2025) malam.

Iklan MHD

Pernyataan Ketua DPRA dalam sidang Paripurna tersebut sudah beredar luas, baik di Youtube dan grup Whatsapp sehingga mendapat tanggapan serius dari Partai Gerindra.

Bendahara Partai Gerindra Aceh, H Teuku Irsyadi MD menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Ketua DPRA itu merupakan fitnah. “Saya bukan bagian dari Legislatif dan Eksekutif, jadi pernyataan itu fitnah bagi saya,” katanya kepada wartawan hariandaerah.com.

BACA JUGA:  Wali Kota Langsa Pimpin Pelepasan Ratusan Peserta Pawai Obor Gampong Baroh Langsa Lama

Menurut Irsyadi, pernyataan itu tidak pantas karena sudah menyerang pribadi dan Ketua Partai Gerindra Aceh. Ia melanjutkan agar lebih baik Zulfadli belajar dahulu, sebelum menjadi Ketua DPRA, karena pimpinan tidak boleh emosional.

Irsyadi kemudian menegaskan, bahwa apa yang dikatakan Ketua DPRA itu sangat miris. Dikhawatirkan akan memecah belah Partai Gerindra dan Partai Aceh.

Pernyataan Zulfadli terkesan tidak tahu aturan. “Seharusnya Ketua DPRA mencari tahu kebenaran penunjukan Plt Sekda Aceh. Kan sudah jelas dalam SK pengangkatan Al-Hudri itu ditandatangani oleh Muzakir Manaf sebagai Gubernur Aceh,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait pernyataan Ketua DPR Aceh “jangan atur Aceh dengan lima kursi”, itu menjurus ke Partai Gerindra Aceh dan jika benar, hal itu adalah fitnah.

BACA JUGA:  Gibran Center Aceh Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi dengan DPD se-Aceh

“Saya rasa Ketua DPRA tidak mengerti aturan dan hukum dalam hal ini. Itu bahasa bodoh, bukan bahasa pimpinan dan tidak pantas disampaikan dalam sebuah rapat, apalagi rapat paripurna,” bebernya.

Ia menyebutkan, jangan gara-gara pernyataan Ketua DPRA tersebut, bisa berakibat merusak hubungan Partai Aceh dan Partai Gerindra yang sudah terjalin harmonis selama 15 tahun demi kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Dalam rapat paripurna itu juga ada pernyataan dan interupsi yang disampaikan oleh sejumlah anggota DPRA, saya duga ini sudah diseting oleh Zulfadli,” ungkap T Irsyadi.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *