Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Mendag Musnahkan Baju Hingga Sepatu Impor Bekas Senilai Rp10 Miliar

barang-impor-dimusnahkan
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Musnahkan baju hingga sepatu impor bekas, di Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki di Pekanbaru, Riau, Jumat (17/3/2023) (Foto: Dok Kemendag)

JAKARTAMenteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. memusnahkan 730 bal pakaian, sepatu dan tas bekas yang diduga asal impor, dengan harga diperkirakan bernilai Rp10 miliar.

Pemusnahan dilakukan secara simbolis di Terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki di Pekanbaru, Riau, Jumat (17/3/2023).

Zulkifli mengatakan, pemusnahan itu sebagai respons dan salah satu tugas Kemendag atas semakin banyaknya perdagangan pakaian bekas, alas kaki, dan tas asal impor yang tidak sesuai ketentuan.

“Kami melakukan pemusnahan sebanyak 730 bal pakaian, alas kaki, dan tas bekas dengan nilai mencapai Rp10 miliar. Hal ini merupakan tindak lanjut pengawasan terhadap perdagangan dan impor pakaian bekas yang kami lakukan secara berkelanjutan,” kata Zulkifli.

Lebih lanjut, sambung Zulkifli, pemusnahan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Perdagangan (kemendag) dalam kegiatan pengawasan dan penegakan hukum terkait dengan pelanggaran di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen.

Pemusnahan ini merupakan langkah nyata Kemendag dalam menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, yang mengecam impor pakaian bekas karena telah mengganggu industri dalam negeri.

BACA JUGA:  Perhatian! Menjelang Bulan Ramadhan Sejumlah Harga Pangan Bakal Naik

“Arahan presiden sangat tegas agar industri dalam negeri dan UMKM ini dijaga dan harus dilindungi dari serbuan pakaian bekas, alas kaki, dan tas bekas asal impor. Kemendag secara rutin memantau dan mengawasi peredaran pakaian bekas ini dan melakukan penegakan hukum dengan memusnahkannya,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menjelaskan, pakaian, sepatu dan tas bekas merupakan barang yang dilarang impornya berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Selain penegakan hukum, langkah edukasi dan sosialisasi penggunaan produk dalam negeri juga dilakukan.

“Saya berharap konsumen lebih mengutamakan beli pakaian baru hasil industri dalam negeri dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” harapannya.

Produk dalam negeri, kata Zulkifli, tidak kalah bagusnya dengan produk impor baik dari sisi mutu maupun tren. Tingginya penggunaan produk dalam negeri juga bisa menekan peredaran pakaian bekas.

BACA JUGA:  KKP Berhasil Amankan Tiga Kapal Yang Diduga Lakukan Eksploitasi Pasir Laut

“Kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk bangga menggunakan produk dalam negeri demi menjaga harkat dan martabat bangsa. Dengan menghindari penggunaan pakaian bekas asal impor, konsumen dapat terhindar dari dampak buruk pakaian bekas dalam jangka panjang dan sekaligus turut serta memperkuat industri dalam negeri dan UMKM,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Plt. Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang mengatakan, dari hasil pengembangan sementara pakaian, sepatu dan tas bekas tersebut didapatkan dari supplier yang berlokasi di Batam.

“Saat ini kami masih melakukan pengumpulan bahan keterangan lebih lanjut terkait proses dan jalur masuk pakaian bekas tersebut ke Indonesia,” ujarnya.

Moga menambahkan, diperlukan sinergitas seluruh K/L terkait dalam pengawasan terkait barang-barang yang dilarang impornya karena tugas tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemendag saja namun melibatkan seluruh pihak.

“Saya minta hentikan praktik jual beli barang-barang bekas asal impor di wilayah NKRI, karena komitmen PKTN dan seluruh instansi terkait hal ini adalah akan menindak dengan tegas dan memusnahkannya,” pungkas Moga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *