SIMEULUE – Kabupaten Nagan Raya baru saja menerima dua penghargaan bergengsi tingkat nasional dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards ke-8 tahun 2023 beberapa waktu lalu di Jakarta.
Dua nominasi penghargaan API Awards 2023 ini di antaranya kesenian “Rateb Meuseukat” masuk dalam kategori atraksi budaya, sedangkan “Batu Giok” Nagan dikategorikan sebagai cenderamata.
Lalu bagaimana dengan Simeulue?
Menanggapi hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Simeulue, Ir. Iskandar mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten Simeulue kurang sungguh-sungguh menangani sektor wisata Simeulue apalagi ke tingkat nasional.
Kata Iskandar, Simeulue juga memiliki budaya terkenal seperti nandong bertaraf Internasional yang justru memiliki pesan mitigasi bencana smong atau tsunami.
“Walaupun nandong sudah terkenal mendunia, anehnya belum mampu dibawa ajang bergensi tingkat nasional, ada apa?” sebut Iskandar, Minggu (7/5/2023).
Selama ini kata dia, pemerintah daerah dan DPRK Simeulue tidak ada upaya untuk bermitra dengan pengusaha, khususnya untuk pengembangan Pariwisata. Padahal menurutnya, arahan presiden Jokowi sudah sangat jelas.
“Dari tahun ke tahun, anggaran yang diplotkan ke Pariwisata sangat kecil. Bagaimana ada kesadaran Pariwisata. Bagaimana? Pariwisata kita berkembang untuk mendapatkan Award Tingkat Nasional,” katanya.
Bahwa Pemerintah Daerah harus bermitra dengan pengusaha. “Kita sebagai pengusaha Siap berkelaborasi dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Pengembangan Pariwisata sejajar dengan pengembangan ekonomi creative,” terangnya.
Disinggung dua lokasi pariwisata yang dibangun pemda Simeulue saat ini terbengkalai. Menurut pria yang akrab disapa Bang Is itu sejak awal dua lokasi itu salah perencanaan dari awal.
“Karena dua spot yang dibangun itu tidak banyak peminat. Salah dari awal. Harusnya kan yang dibangun itu Pulau Pinang, Batu Alafan, Pantai Along, Teluk Sinabang, Pasir Tinggi, Pulau Leukon atau Pulau Harapan, Pulau Selaut, Teluk Sibigo dan Pulau Spongbob,” ucapnya.
Dulu, jelas Bang Is, ada tikar Simeulue, tikar rotan dan kerajinan mata-mata yang bisa buat oleh-oleh. Tapi sekarang produk itu dipakai hanya untuk kebutuhan pameran saja.
“Padahal itu potensi. Sebagai ketua kadin simeulue saya harus jujur bicara. Bahwa pemda kita lemah dan kurang berinovasi terkait Pariwisata,” katanya.
Terlebih kata Ketua Kadin Simeulue, pihaknya mendengar informasi bahwa atraksi Nandong Simeulue tidak masuk dalam perlombaan event Pekan Kebudayaan Aceh pada agustus mendatang.
“Ini kami dengar informasi. nandong saja tidak masuk diperlombakan pada ajang PKA. Jadi bagaimana kita bisa berkembang?, ada apa dengan Simeulue” terang Ketua Kadin Simeulue, Ir. Iskandar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simeulue, Asmanudin mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus membenahi lokasi destinasi wisata seperti situs sejarah, atraksi budaya maupun lainnya.
“Selanjutnya layak untuk dipromosikan baru ikut API,” kata Asminudin mengutip gumpalannews.com, Minggu (7/5/2023).
Untuk ikut API, kata Kadisparbud Simeulue, perlu dukungan dan kolaborasi semua stakeholder.














