MEULABOH – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh, Azhari, S.Ag, M.Si secara resmi menutup pameran Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) se-Aceh yang digelar selama 3 hari berpusat di halaman Gelanggang Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh kabupaten Aceh Barat, Selasa (22/8/2023).
Dalam sambutannya, Kadiskop UKM Aceh, Azhari mengucapkan, terimakasih kepada semua pihak dan semua unsur yang telah terlibat membantu serta berkontribusi sehingga peringatan dan pameran “Hari Koperasi ke-76 dan Hari UMKM ke-7 dapat terlaksana dengan baik serta bermakna di bumi Teuku Umar.
“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah menyuseskan pameran pada hari koperasi ke-76 dan hari UMKM yang ke-7 dapat terlaksana dengan baik,” kata Azhari.
“Terimakasih juga kami ucapkan kepada Dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM Kab/Kota se-Aceh, Adek-adek pelaku UMKM dan pegiat koperasi se-Aceh yang telah berpartisipasi aktif mengikuti acara ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Azhari menyampaikan, koperasi di Aceh tercatat sebanyak 6.974 unit dan jumlah desa (gampong) di Aceh sebanyak 6.497, lebih banyak jumlah koperasi daripada jumlah desa/gampong. jika dirata-ratakan terdapat 1 koperasi di setiap gampong di Aceh.
“Hal ini menunjukan secara kelembagaan dan kuantitas koperasi telah wujud nyata namun secara kualitas dan keaktifan perlu terus ditingkatkan perannya sehingga berdampak optimal dalam mewujudkan kesejahteraan anggota, yang pada gilirannya nanti akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Azhari menuturkan, UMKM di Aceh yang terdata mencapai 260 ribu, dimana sekitar 95 % nya merupakan usaha mikro dengan Aset (modal) sampai dengan 1 Milyar. Alasan klasik yang selalu terdengar dalam pemberdayaan dan pengembangan UMKM adalah kurangnya modal usaha, padahal berdasarkan data SIKP Ditjen.
“Perbendaharaan Negara Provinsi Aceh sampai Semester I tahun 2023 saja, KUR dan kredit UMi (ultra mikro) telah tersalurkan di Aceh hampir 2 Trilyun rupiah dengan jumlah penerima/debitur sebanyak 52.650 UMKM,” ujarnya.
“Ini menunjukan penetrasi pembiayaan dengan skema subsidi telah menembus 20% dari pelaku UMKM. Kita berharap upaya/ikhtiar BSI, BAS, PNM dan Pegadaian sampai dengan akhir tahun nanti akses pembiayaan murah ini dapat menjangkau kepada 100rb UMKM,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan bahwa Diskop UKM Aceh, terus berikhtiar dan melakukan berbagai terobosan dalam mendorong koperasi menjadi soko guru ekonomi bangsa, melahirkan wirausaha baru dan UMKM naik kelas.
“Antara lain yang kami lakukan adalah Pendampingan konsultan (Mentoring), Pendamping KUR/UMKM, Bantuan Peralatan kerja, Pelatihan, Fasilitasi Sertifikasi, Kemitraan dgn universitas, Publikasi Media, Magang (Bencmarking) dan termasuk pameran hari ini,” imbuhnya.
Lanjutnya, kegiatan pameran ini akan terjalin silaturrahim bisnis antara pegiat koperasi dan pelaku UMKM antar kabupaten/kota dalam penguatan rantai pasok bahan baku, pertukaran produk dan berbagi tip dan kiat dalam produksi, promosi dan pemasaran. Kami juga berharap terjadi omset transaksi jual beli yang signifikan, produk yang dipamerkan terjual semuanya.
“Kami juga menyadari kegiatan ini tidak luput dari kekurangan-kekurangan, yang tentunya akan menjadi pelajaran dan pengingat untuk lebih baik di tahun depan,” ucapnya.
“Mari bekerja secara nyata, lihat masalah di lapangan dan atasi masalah itu, tidak perlu kita saling menyalahkan. Keadaan masa lalu perbaiki di masa ini dan di masa depan,” pungkasnya.
Acara penutupan pameran tersebut berakhir menjelang magrib dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh Barat, para pegiat koperasi dan pelaku UMKM, para Peserta Pameran Hari Koperasi dan UMKM serta masyarakat setempat yang sangat antusias pada pameran KUMKM se-Aceh itu.














