PRINGSEWU – Pasien rawat inap di UPT Puskesmas Banyumas Pringsewu terancam tidak dapat menggunakan hak pilih pada pemilu tahun 2024, Rabu (14/2/24).
Hal ini dikarenakan belum adanya konfirmasi dari pihak penyelenggara Pemilu ke Puskesmas rawat inap untuk melakukan jemput bola kepada para pasien yang ingin menyalurkan hak suaranya
Terdapat pasien warga Pekon Banyumas saat ini sedang menjalani perawatan medis akibat menderita penyakit demam berdarah.
Seperti yang dialami Siti Juleha pasien asal Pekon Banyumas, ia berharap pada petugas TPS yang datang membawakan surat suara mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk datang ke TPS.
” saya nggak mau golput saya berkeinginan agar pihak TPS bisa datang kemari sehingga saya bisa mencoblos dalam pemilu, “kata Siti Julaeha.
Sementara itu pihak Puskesmas rawat inap Kecamatan Banyumas Pringsewu menjelaskan ada 6 pasien yang dirawat tidak diizinkan keluar karena kondisi yang masih lemah.
” yang masih dirawat ada 6 Kondisinya masih lemah semua karena kan DBD tidak memungkinkan untuk mereka datang ke TPS lebih bagus lagi jemput bola ke sini, “kata Fera perawat puskesmas.
Berdasarkan hasil yang dihimpun, terdapat lebih dari 15 warga Banyumas yang sakit. Mereka dirawat disejumlah kelinik dan puskesmas. (vit)








