Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pemerintah Aceh Singkil Gelar Program B2SA Melawan Stunting Bersama Masyarakat

Pemerintah Aceh Singkil
Kepala Dinas Pangan B2SA aceh singkil. (Foto: hariandaerah/Iin)

ACEH SINGKIL – Dalam upaya menangani kasus stunting yang semakin meresahkan warga, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah mengambil langkah konkret dengan menyediakan bantuan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada masyarakat yang masuk data stunting. Bantuan ini merupakan salah satu program dari Dinas Pangan Kabupaten Aceh Singkil yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah stunting.

Stunting merupakan masalah serius yang perlu segera ditangani. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak dan kecerdasan anak. Anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan dan pendidikan, serta rentan terhadap penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

Pada acara penyerahan bantuan B2SA di Desa Ujung Sialit, Kepala Dinas Pangan, Abd Haris, menyampaikan pentingnya peran kaum ibu dalam mencegah stunting.

”Bantuan ini merupakan program Dinas Pangan untuk mendukung salah satu program pemerintah dalam mencegah Stunting,” kata Abd. Haris, Senin (18/12/2023)

“Bantuan ini di salurkan kepada kaum ibu yang masuk data stunting agar dapat memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong untuk di tanami sayur-sayuran sehingga diharapkan kebutuhan gizi keluarga terpenuhi,” tambahnya.

Pemerintah Aceh Singkil Gelar Program B2SA Melawan Stunting Bersama Masyarakat WhatsApp Image 2023 12 10 at 23.07.23
Penyerahan Bantuan B2SA di Desa Ujung Sialit, Kabupaten Aceh Singkil.

Bantuan berupa bibit sayuran dan peralatan tani diberikan kepada kaum ibu yang masuk data stunting agar mereka dapat memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong untuk menanam sayur-sayuran. Diharapkan dengan menanam sayuran sendiri, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka secara mandiri.

Sekretaris Desa Ujung Sialit, Septiaman menyampaikan apresiasinya terhadap program ini dan berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap gizi keluarga dan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran.

BACA JUGA:  Pemberian Makanan Tambahan Solusi Turunkan Stunting di Aceh Barat

Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Singkil masih relatif tinggi, yaitu sebesar 34% dan

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah menetapkan target untuk menurunkan angka stunting menjadi 25,60% pada tahun 2023.

Namun, data dari EPPGBM menunjukkan bahwa pada bulan Juli 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Singkil masih mencapai 15,30%. Meskipun terjadi penurunan, angka ini masih menunjukkan adanya masalah yang perlu segera ditangani.

Pj Bupati Aceh Singkil, Drs. Azmi, M.AP, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menangani stunting di Aceh Singkil. Beliau menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau tim yang dibentuk, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Dalam hal ini, Forkompinda dan perusahaan juga diharapkan turut berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting.

“Perlu kami sampaikan dalam penanganan stunting dan gizi buruk yang ada di Aceh Singkil bila hanya mengandalkan dari pemerintah atau tim yang dibentuk tentu kurang efesien. Dari itu kami mengajak seluruh elemen untuk mengeroyok bersama-sama pengentasan persoalan tersebut,” ucap Azmi.

Azmi menyadari bahwa stunting bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan berasal dari berbagai penyebab yang kompleks. Salah satu faktor yang berperan penting adalah kemiskinan.

“Banyak kita lihat dan dengar dengan kejadian anak atau ibu meninggal saat melahirkan serta lahir dalam keadaan mengalami gizi buruk, ini terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap ibu hamil tersebut dan disinilah kita hadir untuk mencarikan solusi,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mengatasi masalah kemiskinan yang menjadi salah satu penyebab stunting. Selain itu, kurangnya pemahaman ibu tentang pentingnya gizi yang baik selama kehamilan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

BACA JUGA:  Angka Stunting Turun 20 Persen, Ini Target Dinkes Aceh

Masalah sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses air bersih juga menjadi faktor pendukung tingginya angka stunting dan gizi buruk di Aceh Singkil. Azmi menyampaikan bahwa peningkatan sanitasi dan ketersediaan air bersih juga menjadi prioritas dalam upaya mengurangi angka stunting di daerah ini.

Pemerintah Aceh Singkil Gelar Program B2SA Melawan Stunting Bersama Masyarakat 20220321 1a01a652 cd58 4ce1 9da0 a3e865a7e89f
Pj Bupati Aceh Singkil, Drs. Azmi, M.AP

“Ada beberapa daerah yang kita lihat di rumah-rumah warga yang dimana sanitasinya sangat buruk serta ketersediaan air bersih juga menjadi masalah terbesarnya dan ini perlu dilakukan penangan,” terang Azmi.

Dalam rangka penanganan stunting dan gizi buruk, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah menginisiasi diskusi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Tujuannya adalah untuk mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan dalam mengatasi masalah ini. Diharapkan melalui diskusi ini, akan muncul ide-ide inovatif yang dapat memberikan dampak positif dalam penanggulangan stunting dan gizi buruk.

Azmi menyampaikan keyakinannya bahwa dengan adanya kolaborasi yang dilakukan, akan muncul ide-ide baru yang dapat mengatasi persoalan stunting dan gizi buruk di Aceh Singkil. Beliau berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan angka stunting di Aceh Singkil dapat terus menurun dan generasi masa depan dapat tumbuh dengan sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *