TAPAKTUAN – Rasa cemas dan khawatir sempat menyelimuti hati seorang ibu muda peserta BPJS Kesehatan Segmen PBI APBD bernama Irma Fajianda (26), ketika buah hatinya harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Yuliddin Away, Tapaktuan, Aceh Selatan.
Irma Fajianda menyampaikan bahwa awalnya sang anak hanya mengeluh sakit gigi disertai demam, tiba-tiba mengalami kejang-kejang setelah dua hari tidak kunjung sembuh. Dengan panik ia pun bergegas membawa anaknya ke rumah sakit. Beruntung sesampai di IGD anaknya langsung mendapat pelayanan yang cepat dan sigap dari tenaga medis.
“Saya kaget sekaligus panik waktu anak saya kejang-kejang. Tidak sempat berpikir panjang, saya langsung bawa ke IGD. Alhamdulillah, sampai disana langsung ditangani dengan cepat,” ucap Irma sedih.
Menurut Irma, dengan pelayanan yang diberikan petugas IGD dirinya sangat terbantu. Tanpa menunggu lama, anaknya segera diperiksa dan ditangani oleh dokter serta perawat. Hal inilah yang membuat hatinya perlahan menjadi tenang.
“Urusan administrasi juga mudah sekali, saya hanya diminta menunjukkan kartu BPJS Kesehatan. Tidak ada proses lain yang berbelit-belit,” kata Irma diruang rawat inap sang anak.
Pengalaman Irma ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) benar-benar hadir untuk masyarakat. Dikatakan, rasa panik yang sempat melanda langsung berganti dengan rasa lega setelah melihat buah hatinya mendapat penanganan medis yang cepat.
Setelah mendapat perawatan di IGD, dokter menyarankan agar sang buah hati menjalani pemeriksaan lebih lanjut dikarenakan hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya perawatan lebih intensif sehingga harus dirawat inap.
“Sudah dua hari ini anak saya dirawat. Alhamdulillah kondisinya semakin membaik. Dokter rutin datang melakukan visit, perawat juga ramah-ramah, dan ruang perawatan sangat bersih serta nyaman,” jelasnya.
Lebih lanjut Irma mengatakan, suasana ruang rawat inap yang nyaman membuat dirinya dan keluarga merasa lebih tenang dalam mendampingi buah hati. Dukungan dari tenaga medis yang sigap juga menambah keyakinannya bahwa ia berada di tempat yang tepat untuk memulihkan kesehatan anaknya.
Selama mendampingi anaknya di rumah sakit, Irma benar-benar merasakan manfaat nyata dari kepesertaan JKN. Ia mengaku, jika harus menanggung biaya pengobatan secara mandiri tentu sangat berat bagi keluarganya.
“Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, biaya sebesar ini pasti sulit kami tanggung sendiri. Dengan BPJS Kesehatan, saya jadi jauh lebih tenang dan tidak khawatir lagi soal biaya,” ujar Irma penuh rasa syukur.
Baginya, BPJS Kesehatan bukan sekadar kata, tetapi jaminan yang memberi rasa aman ketika kondisi darurat menimpa keluarga. Apalagi sebagai seorang ibu, ketenangan batin saat anak sakit adalah hal yang sangat berharga.
Irma pun berpesan kepada masyarakat, terutama para ibu yang memiliki anak kecil, agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan melalui Program JKN. Menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan merupakan bentuk perlindungan nyata dari pemerintah yang wajib dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.
“Pesan saya untuk para ibu, jangan takut menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya. Tidak hanya meringankan biaya, tapi juga memberi ketenangan saat anak sakit. Kita tidak pernah tahu kapan musibah atau sakit datang, jadi lebih baik sudah siap sejak awal,” tegasnya.
Dengan pengalamannya, Irma juga berharap apa yang dirasakannya dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kesehatan diri sendiri dan keluarga adalah hal yang sangat penting.
“Saya sudah merasakan sendiri manfaat BPJS Kesehatan. Jadi jangan ragu memanfaatkannya, apalagi kalau anak kita sakit. Rasanya benar-benar sangat terbantu,” ungkap Irma Fajianda.














