ACEH UTARA – Jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh hingga kini mengalami kerusakan serius, Ironisnya, hingga menjelang bulan suci Ramadhan, belum terlihat adanya upaya perbaikan permanen dari pihak terkait, Kamis (23/1/2026).
Salah satu titik kritis berada di jembatan dekat Puskesmas Syamtalira Bayu. Jalan yang sebelumnya berlubang hanya ditimbun dengan kerikir, tanpa perbaikan struktural. Titik kedua berada di Geudong, di mana badan jalan terbelah ke kiri, meski telah dipasang rambu-rambu peringatan dari arah Kota Lhokseumawe dan sebaliknya.
Para pengguna jalan mengaku khawatir dengan kondisi ini. “Rambu-rambu ada, tapi tetap berisiko. Jalan ini sering dilalui kendaraan berat, apalagi mendekati Ramadhan,” kata salah seorang pengendara Isa.
Upaya konfirmasi hariandaerah.com kepada Balai Jalan Nasional Aceh melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah setempat, PPK 1.4 BPJN I Aceh, Ir. Dessy Amalia Farina, ST, MT, saat dikonfirmasi, belum membuahkan respons. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada langkah konkret dari instansi terkait untuk menindaklanjuti kerusakan yang mengancam keselamatan masyarakat.
Kerusakan jalan nasional bukan sekadar soal ketidaknyamanan, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi nyawa pengguna. Aktivitas ekonomi, transportasi logistik, hingga mobilitas sosial masyarakat dapat terdampak jika kerusakan ini tidak segera diperbaiki.
Publik berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan, bukan hanya melakukan penimbunan sementara. “Masyarakat butuh kepastian keselamatan, bukan sekadar rambu dan kerikir,” ujar isa warga Aceh Utara.








