ASAHAN – Praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali tercium di Kabupaten Asahan. Dengan berbagai cara, para pelaku diduga berupaya mengelabui pemerintah dan menghindari sorotan masyarakat demi membeli Pertalite maupun Solar dalam jumlah besar, lalu menjualnya kembali dengan harga tinggi ke pihak tertentu.
Dari pantauan awak media, Sabtu (6/9/2025) sekitar pukul 03.43 WIB, di SPBU 14.212.278 Aek Loba Pekan, Kecamatan Aek Kuasan, tampak sejumlah sepeda motor dengan tangki modifikasi berkapasitas besar (baby tank) bolak-balik mengisi Pertalite. Aktivitas tersebut berlangsung berulang kali hingga puluhan unit motor dengan modifikasi serupa terlibat dalam pengisian bahan bakar.
Ketika kru media menanyakan hal itu kepada petugas SPBU, jawaban yang diterima justru mengejutkan. Ditanya soal motor dengan tangki seragam yang terus mengisi BBM, petugas tersebut mengaku tidak tahu. Saat ditanya mengenai keberadaan mandor atau pengawas, bahkan diminta nomor kontaknya, ia menjawab dengan nada ketus, “tidur,” lalu berlalu.
Sikap tersebut memantik sorotan dari aktivis masyarakat. Ketua LSM Jaringan Siliwangi Indonesia (JSI) Andre Hasibuan dan Ketua LSM Solidaritas Pemuda Pemudi Asahan (SPPA) Hermasyah, saat ditemui di warung KOBAR, Jl. Akasia, Kisaran Barat, Sabtu siang, menilai ketidakkooperatifan petugas SPBU memperkuat dugaan adanya permainan mafia BBM dengan pihak pengelola.
“Kalau praktik ini bisa berjalan mulus setiap hari, patut diduga ada kerja sama dengan mandor atau pihak SPBU. Ini jelas merugikan masyarakat,” tegas Hermasyah.
Andre menambahkan, penyalahgunaan BBM bersubsidi sudah jelas ada sanksinya.
“Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi dapat dipidana penjara paling lama enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar,” ungkapnya.
Ia juga menekan Kepala Pertamina Depot Kisaran untuk tidak menutup mata.
“Segera hentikan pasokan atau segel SPBU nakal. Jangan biarkan pengusaha yang serakah merampas hak masyarakat atas BBM bersubsidi,” kata Andre.
Lebih jauh, kedua lembaga itu meminta Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, SH, SIK, bertindak tegas membongkar jaringan mafia BBM bersubsidi di SPBU 14.212.278 Aek Loba Pekan.








