ACEH TAMIANG – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tanggap bencana tahun 2026 Universitas Samudra dari dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris menghadirkan “Trauma Healing” bagi anak-anak Kabupaten Aceh Tamiang.
Ketua Tim PKM, Dr. Siska Eka Syafitri S.Pd M.Hum menyampaikan, kegiatan yang mengusung tema “Belajar di Tengah Keterbatasan: Pendidikan Non-Formal bagi Anak PAUD Pasca Banjir di Gampong Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed”, sukses dilaksanakan pada 11–12 Februari 2026.
“Program yang lebih menyasar anak usia dini terdampak banjir ini dilaksanakan di lingkungan RA Medang Ara,” ucap Dr. Siska Eka Syafitri kepada hariandaerah.com.
Dr. Siska mengatakan, kegiatan yang digagas oleh dirinya ini diikuti 30 anak PAUD dengan didampingi oleh 20 orang tua anak dan guru.

Program ini dirancang sebagai bentuk dukungan pendidikan non-formal sekaligus upaya pemulihan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak pascabencana.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan story telling interaktif, sehingga membuat anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disusun secara edukatif dan menyenangkan.
“Metode ini dipilih untuk membantu anak mengekspresikan emosi, menumbuhkan kembali rasa aman, serta membangun semangat belajar di tengah keterbatasan pascabanjir,” terang Dr. Siska.
Selain story telling yang dipandu langsung oleh Ketua tim PKM, kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta membagikan hadiah kepada peserta.
Dalam kegiatan ini, turut juga melibatkan tim mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Samudra, yaitu Syarifah Aqis Sakinah dan Maulida Suratna.
“Alhamdulillah, kegiatan berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Ini mencerminkan keberhasilan pendekatan pembelajaran yang ramah anak dalam situasi pascabencana,” ungkap Dr. Siska Eka Syafitri.
Kegiatan PKM Tanggap Bencana Universitas Samudra dengan trauma healing kepada anak PAUD mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat.
Datok (Kepala Desa) Medang Ara, Alimun memberikan apresiasi atas kepedulian Universitas Samudra terhadap kondisi anak-anak di wilayahnya, serta menyampaikan, bahwa kegiatan secara keseluruhan berjalan lancar.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pemulihan psikososial dan keberlangsungan pendidikan anak usia dini di daerah terdampak banjir,” imbuh Alimun.














