Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Program JKN BPJS Kesehatan Penolong Rina Saat Butuh Pelayanan Kesehatan

IMG 20251114 203429
Rina Mildasari, pegawai Imigrasi Kota Tapaktuan saat menjalani pengobatan disalah satu rumah sakit Tapaktuan. (Foto:hariandaerah.com/Sukma).

ACEH SELATAN – Seorang pegawai di Kantor Imigrasi Kota Tapaktuan, Rina Mildasari (39) akhirnya mengambil keputusan penting yang membawanya pada keselamatan dengan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Rina Mildasari yang merupakan peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) sempat menahan sakit selama seminggu di rumah, tubuhnya yang semakin melemah membuatnya tak bisa menunda untuk jalani pengobatan.

“Awalnya saya pikir sakitnya biasa saja. Saya istirahat di rumah sambil minum obat, tapi ternyata semakin lama semakin parah dan kondisi tubuh saya juga semakin melemah. Akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk ke rumah sakit,” ucap Rina saat ditemui di rumah ssakit.

Lebih lanjut dijelaskan, aat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisi tubuhnya sudah cukup lemah. Beruntung, proses administrasi yang cepat dan pelayanan medis yang tanggap membuatnya segera mendapatkan penanganan.

“Saya langsung ditangani saat tiba di IGD. Alhamdulillah, tidak ada kendala sama sekali, saya hanya diminta menunjukkan data diri berupa KTP/KK untuk proses administrasi. Semianya berjalan cepat dan lancar,” terangnya.

Bagi Rina, bukan kali ini saja dirinya pertama dirawat menggunakan layanan Program JKN. Sebelumnya juga pernah dirawat akibat gangguan lambung. Namun pengobatan kali ini, proses rawat inap berlangsung lebih lama karena kondisi awal dirinya yang lebih parah.

BACA JUGA:  IMPAS Bersama DKR Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

“Dulu saya juga pernah dirawat karena sakit lambung, tapi cepat pulang karena kondisinya belum terlalu berat. Kali ini, saya masuk sudah dalam keadaan lemah, jadi butuh perawatan lebih lama,” ujarnya.

Selama menjalani perawatan, Rina mengaku sangat puas dengan pelayanan rumah sakit, perrawatannya dilakukan dengan baik oleh tenaga kesehatan yang profesional dan penuh empati.

“Perawatnya ramah-ramah dan sabar. Dokter juga selalu datang tiap hari (visit) menanyakan kondisi saya. Mereka menjelaskan pengobatan yang saya jalani dengan bahasa yang mudah dimengerti. Nggak ada kendala sama sekali selama dirawat di sini,” katanya lagi.

Dengan kondisi itu, Rina merasa bersyukur, apalagi seluruh biaya pengobatan selama di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN.

“Semua biaya saya ditanggung oleh JKN dari BPJS Kesehatan, tanpa keluar uang sepeser pun. Kalau tanpa JKN, mungkin saya akan menunda-nunda ke rumah sakit karena takut biaya mahal dan ini sangat membantu saya,” sebutnya.

Menurut Rina, sangat penting kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk bisa segera mendafta, karena penting sekali memiliki perlindungan sebelum sakit datang.

BACA JUGA:  PGMI Raih Akreditasi Unggul, Dr Emi: Prestasi Pendidikan Berkualitas IAIN Langsa

“Jangan tunggu sakit dulu baru daftar. Program JKN ini sangat membantu saat kita benar-benar butuh pengobatan,  apalagi biaya pengobatan sekarang tidaklah murah,” tegas Rina mengingatkan.

Kemudian ia mengatakan, bahwa proses pendaftaran JKN sekarang sangat gampang, bisa dilakukan secara online lewat Aplikasi Mobile JKN, atau bisa juga datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Rina juga mengingatkan, agar masyarakat yang sudah menjadi peserta program JKN untuk selalu rutin dan disiplin dalam membayar iuran.

Bagi masyarakat yang mengalami tunggakan, diingatkan bahwa ada solusi yang telah disediakan oleh BPJS Kesehatan, yakni melalui Program New Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB).

Peserta JKN harus membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan, biar statusnya tetap aktif. Jangan sampai pas butuh, malah kartunya tidak bisa digunakan karena menunggak. Kalau ada tunggakan jangan takut, bisa dicicil dengan Program New Rehab.

“Kita tetap bisa mendapat layanan kesehatan sambil mencicil tunggakan. Pemerintah melalui BPJS Kesehatan sudah kasih solusi, tinggal kita mau atau tidak,” tandas Rina penuh harapan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *