Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Proyek Box Culvert BMBK Provinsi Lampung di Pardasuka Pringsewu Diduga Bermasalah

IMG 20250909 WA0149
Papan proyek pembangunan box culvert oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Lampung di ruas jalan Pringsewu–Pardasuka, Selasa (9/9/2025). (Davit/Hariandaerah.com)

PRINGSEWU – Proyek pembangunan box culvert di ruas jalan Pringsewu–Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Lampung, kini menjadi sorotan publik.

Tim investigasi Hariandaerah.com menemukan adanya kekhawatiran warga terkait desain konstruksi yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru. Di bagian tengah saluran, terlihat adanya tembok pemisah atau tepian beton. Warga menilai, struktur ini justru dapat menghambat aliran air jika terjadi penumpukan sampah maupun potongan kayu.

“Kalau desainnya seperti ini, sampah bisa tersangkut dan menumpuk. Bukannya lancar, malah bisa jadi masalah ke depannya,” ungkap salah seorang warga setempat, Selasa (9/9/2025).

BACA JUGA:  Polres Pringsewu Gelar Karnaval Budaya, Gratis untuk Umum dan Berhadiah Menarik

Menurut pantauan di lapangan, pekerjaan fisik memang berjalan. Namun, sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan apakah proyek ini benar-benar didasarkan pada kajian teknis yang memadai. Mereka menekankan, pembangunan infrastruktur seharusnya dirancang untuk solusi jangka panjang, bukan sekadar memenuhi target anggaran.

“Kalau hanya mengejar selesai, dampaknya nanti masyarakat sendiri yang kena. Apalagi saat musim hujan, risiko banjir bisa sangat besar,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DBMBK Provinsi Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait masukan dan kritik dari masyarakat.

BACA JUGA:  Mapas! Anggaran Dinsos Lampung Diduga Disulap, Gubernur Diminta Jangan Tutup Mata

Investigasi Hariandaerah.com akan terus menelusuri dokumen proyek, mulai dari nilai anggaran, kontraktor pelaksana, hingga pengawasan teknis yang dilakukan pemerintah provinsi. Publik menanti kejelasan apakah proyek ini benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, atau sekadar menjadi pekerjaan formalitas yang rawan meninggalkan persoalan di kemudian hari. ( */ Davit  )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *