Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Puluhan Santri Pesilat Misbahul Ulum Tempuh Long March 12 Kilometer

IMG 20260517 WA0016
Puluhan Santri Pesilat Misbahul Ulum Tempuh Long March 12 Kilometer.hariqndaerah.com/foto. ist

LHOKSEUMAWE — Sebanyak 63 santri putra yang tergabung dalam Persatuan Silat Misbahul Ulum (Persimu) menuntaskan long march sejauh 12 kilometer yang digelar pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan fisik dan mental para pesilat dalam menghadapi berbagai ajang kompetisi tingkat daerah hingga nasional.

Long march dimulai dari kompleks Pesantren Modern Misbahul Ulum di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Para peserta kemudian melintasi kawasan Line Pipa dan finis di Waterboom Blang Mangat Ceria. Kegiatan tahunan itu diikuti santri yang telah menjalani latihan fisik intensif serta seleksi selama satu bulan penuh.

Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Martunis, mengatakan long march merupakan agenda rutin pembinaan anggota silat Tapak Suci di lingkungan pesantren. Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan membentuk ketahanan fisik sekaligus mental para santri.

BACA JUGA:  Belum Sepekan Diperbaiki, Badan Jalan di Jalan Selamat Blangpidie Kembali Rusak

“Dengan iman dan takwa kita menjadi kuat, tanpa iman dan takwa kita menjadi lemah,” ujar Martunis saat membuka kegiatan.

Pembina silat pesantren, Hasballah, menjelaskan para peserta sebelumnya menjalani program latihan fisik bertahap melalui lari maraton rutin setiap sore. Ia menuturkan, pembinaan itu dilakukan untuk menjaga stamina dan kesiapan pesilat yang diproyeksikan mengikuti berbagai kejuaraan, seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, Pekan Olahraga Pelajar Daerah, hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional.

BACA JUGA:  Terkait Beredarnya Video Tak Senonoh Diduga Kepsek Pulau Siumat, Begini Tanggapan Kadisdik Simeulue

Salah seorang peserta, Muhammad Maulana Afrail, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Santri kelas VII Tsanawiyah itu menilai long march bukan hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga membentuk mental dan semangat pantang menyerah. “Melalui long march, kami belajar bahwa kemenangan bukan hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga mental yang kuat dan semangat pantang menyerah,” katanya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *