Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Remaja Tenggelam di Sungai Peureulak Ditemukan Meninggal Dunia

IMG 20250922 154901
Zulfan (14), korban tenggelam di sungai Peureulak setelah devakuasi kerumah orang tuanya oleh Tim SAR Gabungan. (Foto:hariandaerah.com/Humas).

ACEH TIMUR – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Zulfan (14), remaja yang tenggelam di sungai Peureulak Kabupaten Aceh Timur dalam kondisi telah meninggal dunia setelah dua hari pencarian, Senin (22/09/2025).

Zulfan yang merupakan warga Dusun Tumpok Teungoh, Desa Blang Balok, Kecamatan Peureulak dilaporkan tenggelam saat bermain di sungai Peureulak sekitar pukul 15.20 WIB pada hari Sabtu, 20 September 2025.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi melalui Kapolsek Peureulak, AKP Muslim Siregar menyampaikan, bahwa pencarian korban tenggelam melibatkan petugas gabungan dari personel Polsek Peureulak, personil Koramil 04/PLK, BPBD Aceh Timur, SAR Langsa, RAPI Aceh Timur dan masyarakat Desa Blang Balok.

BACA JUGA:  Kesehatan Warga Terancam! PT Kofuku Plastik Indonesia dan PT Fuji Sie Masih Dengan Santai Membuang Limbah B3 ke Sungai

“Pada pencarian di hari pertama, belum ada hasil. Kemudian pencarian dilanjutkan pada hari kedua, yaitu Minggu tanggal 21 September 2025,” ucap Kapolsek Peureulak.

Selanjutnga dikatakan, bahwa pada pukul 21.30 WIB, tim berhasil menemukan korban dengan posisi terlungkup di tengah sungai dengan jarak lebih kurang 150 meter dari lokasi korban dilaporkan tenggelam.

“Setelah dievakuasi, jasad korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dilakukan fardhu kifayah kemudian dimakamkan,” kata Muslim.

Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuan masing-masing.

BACA JUGA:  Kapolsek Pantee Bidari Polres Aceh Timur Bantu Warga Kurang Mampu

“Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar perairan atau sungai dengan debit air dan arus yang meningkat, menyimpan potensi bahaya yang sering kali tidak disadari.” ungkap AKP Muslim Siregar.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *