KOTA LANGSA – Tim SAR dan gabungan pencarian nelayan hilang akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di Babah Alue Sungai kawasan Gampong Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat memasuki hari kedua pencarian pada Senin (27/07/2026) pagi.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa, dr. Muhammad Yusuf Akbar MKM melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Hady Wijaya S.STP MSP menyampaikan, bahwa korban ditemukan pertama kali oleh anggota Tim Reaksi Cepat TRC BPBD Kota Langsa di Babah Alu, Sungai Pauh atau di area Pintu Alur Sungai.
Penemuan korban oleh tim bersama BASARNAS, personel TNI- dan Polri serta dibantu oleh masyarakat setempat yang turut serta dalam pencarian.
“Saat ditemukan posisi korban berdiri dengan bagian kepala atau rambut yang tampak di permukaan, dalam kondisi timbul tenggelam,” ucap Hady Wijaya.
Kemudian dikatakan, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke TPI untuk dinaikkan. Selanjutnya dibawa pulang ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Langsa menjelaskan, bahwa penemuan korban hilang oleh tim menggunakan 1 unit vibber boat dalam upaya menyisir area sungai yang dipenuhi pepohonan mangrove.
Sebelumnya pencarian korban mengalami kendala karena adanya angin kencang dan ombak besar serta cuaca hujan pada malam hari, sehingga menyulitkan proses pencarian dan identifikasi lokasi korban.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu pencarian,” tutup Hady Wijaya.
Untuk diketahui, nelayan yang hilang saat melaut pada hari Sabtu (25/07/2026) tersebut bernama Muhammad Amin (42), warga Dusun Nelayan, Gampong Lhokbanie, Kecamatan Langsa Barat.














