Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Rutan Padang Panjang Ikuti Apel Bersama, Merajut Tekad dan Pengabdian untuk Negeri

IMG 20250915 WA0007
Rutan Padang Panjang Ikuti Apel Bersama. (Foto: Ist).

PADANG PANJANG – Di bawah sinar mentari pagi yang hangat, hamparan halaman apel menjadi saksi bisu ketika derap langkah pegawai dari seluruh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan berpadu dalam satu irama. Rutan Kelas IIB Padang Panjang turut berdiri tegak di barisan itu, menghadirkan wajah-wajah penuh tekad dan hati yang diliputi rasa pengabdian, Senin (15/9/2025).

Apel bersama yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kemenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M. itu tidak hanya sebuah agenda formal, melainkan sebuah peristiwa yang menyatukan jiwa-jiwa abdi negara dalam satu nafas perjuangan.

Dalam amanatnya yang penuh wibawa, Prof. Otto Hasibuan menyampaikan pesan mendalam: bahwa setiap pegawai adalah bagian dari benteng bangsa, pelita yang menerangi jalan keadilan, serta tangan yang menjaga martabat hukum dan hak asasi manusia.

“Tugas kita bukan semata menjalankan aturan, melainkan menghidupkan nilai kemanusiaan di tengah-tengah masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini, meski tampak sederhana, adalah pengabdian yang akan dikenang oleh generasi mendatang,” ucapnya dengan suara yang menyentuh hati setiap insan yang hadir.

BACA JUGA:  Muswil PKS Sumbar: Kokohkan Identitas, dan Tuntaskan Pelayanan

Bagi jajaran Rutan Padang Panjang, amanat itu terasa bagai hembusan angin yang menguatkan langkah. Kepala Rutan Padang Panjang Torkis Freddy Siregar menyampaikan dengan penuh haru bahwa apel bersama ini menjadi cermin kebersamaan dan panggilan hati nurani.

“Kami berdiri di sini bukan sekadar sebagai pegawai, tapi sebagai penjaga harapan. Di balik tembok rutan, kami dititipkan amanah untuk membina manusia, bukan hanya mengurungnya. Dan setiap pelajaran yang kami tanamkan adalah doa yang kami persembahkan untuk masa depan bangsa,” ungkapnya.

Suasana apel terasa begitu khidmat. Wajah-wajah yang berbaris bukan hanya menunjukkan kesetiaan pada seragam, melainkan pada nilai luhur yang mereka jaga. Ada sorot mata yang menggambarkan kesungguhan, ada dada yang bergemuruh oleh rasa cinta tanah air, dan ada hati yang berjanji untuk terus bekerja dengan penuh ketulusan.

Kehadiran Rutan Padang Panjang di tengah apel bersama ini seolah menjadi penegas bahwa meski berada di pelosok negeri, semangat pengabdian tetap sama: menyatukan diri dalam visi besar membangun sistem hukum, hak asasi manusia, imigrasi, dan pemasyarakatan yang lebih manusiawi, adil, dan bermartabat.

BACA JUGA:  Pesantren Kauman Perkuat Langkah Internasional, Tawarkan Beasiswa ke Tiongkok

Apel ini ibarat jembatan yang merajut rasa persaudaraan. Dari pusat hingga daerah, dari petugas imigrasi hingga penjaga pemasyarakatan semua berdiri dalam satu barisan, membawa beban sekaligus kehormatan. Mereka bukan hanya aparat negara, melainkan cahaya yang menuntun jalan bangsa menuju peradaban yang lebih mulia.

Dan pada hari itu, di bawah cahaya matahari yang kian meninggi, tercatatlah sebuah peristiwa, para abdi hukum dan kemanusiaan meneguhkan sumpahnya sekali lagi. Bahwa mereka akan terus mengabdi, bekerja tanpa pamrih, dan menjaga nama baik bangsa dengan sepenuh jiwa dan raga.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *