PADANG PANJANG – Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, lagu Mars Muhammadiyah dilantunkan dalam Bahasa Mandarin dengan penuh khidmat di Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang.
Selain itu, terjemahan ayat-ayat Al-Qur’an juga dibacakan dalam Bahasa Mandarin oleh para santri dengan cara yang memukau, menciptakan suasana penuh haru dan kebanggaan.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (19/12/2024) dalam acara talkshow interaktif bertajuk “Merindu Negeri Tirai Bambu”. Acara ini menghadirkan pembicara utama, Mr. Wang Daxin, kepala Confucius Institute, bersama penerjemahnya, Feri Ansori, yang merupakan Kepala Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok di Universitas Al Azhar Indonesia.
Mr. Wang dikenal sebagai tokoh yang telah banyak memfasilitasi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Tiongkok melalui berbagai program beasiswa. Sementara itu, Feri Ansori, mantan reporter dan editor Metro TV, adalah pelopor siaran berita berbahasa Mandarin, Metro XinWen.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Padang Panjang Batipuh X Koto, Musriadi Musanif, serta pimpinan lainnya, termasuk Wakil Ketua Badan Pembina Pesantren Kauman Drs. H. Yandri Naga dan Wakil Bendahara Drs. H. Afrijal Harun. Turut hadir Mudir Dr. Derliana, MA, bersama para wakil mudir, ustaz-ustazah, serta Syekh Ibrahim Al-Said, ustaz asli Mesir yang menjadi pengajar Bahasa Arab di pesantren.
Derliana menyebutkan bahwa Bahasa Mandarin kini menjadi bahasa internasional keempat yang diajarkan kepada santri, setelah Bahasa Inggris, Arab, dan Jepang.
“Tiongkok adalah negara yang berkembang pesat dengan inovasi teknologi yang luar biasa. Menguasai Bahasa Mandarin membuka peluang besar untuk memanfaatkan kemajuan ini,” ujar Derliana.
Ia juga berterima kasih kepada Confucius Institute dan Universitas Al Azhar Indonesia atas dukungan mereka dalam membangun “jembatan” bagi santri Kauman menuju Tiongkok.
“Ingin kuliah atau bekerja di Tiongkok? Kauman adalah jalannya,” serunya, yang disambut penuh semangat oleh para santri dan siswa SMP dari Kota Padang Panjang yang turut hadir.
Dalam sambutannya, Musriadi menyampaikan apresiasi kepada para pembicara dan tamu yang hadir. Ia juga mempromosikan keindahan alam dan pesona kuliner Kota Padang Panjang, yang dikelilingi Gunung Marapi, Singgalang, dan Tandikek.
Musriadi menegaskan bahwa Pesantren Kauman Muhammadiyah tengah mengukuhkan langkah menjadi pesantren bertaraf internasional.
“Menguasai lebih dari satu bahasa internasional adalah keunggulan besar di era globalisasi ini. Bahasa Mandarin menjadi aset penting untuk santri yang ingin bersaing di panggung dunia,” tuturnya.
Bahasa Mandarin kini sejajar dengan Bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa yang paling banyak digunakan dalam interaksi internasional, menjadikannya modal berharga bagi generasi muda.














