Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Tim Nakes Door to Door Puskesmas Jagalempeni, Bantu Lebih 100 Pasien Kronis yang Kesulitan Akses Kesehatan

IMG 20260304 WA0080
Kepala Puskesmas Jagalempeni dr. Suparto Hary Wibowo, bersama tim Nakes Door to Door, saat melakukan kunjungan di Kediaman Moh. Faria Faisol (8 tahun) penderita Kusta.(Foto hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Tak perlu menunggu anak pulang kerja atau berjuang melalui jalan yang tidak rata, ratusan warga Desa Dukuhwringin, Kecamatan Wanasari kini merasakan kemudahan mendapatkan layanan kesehatan. Sebanyak lima petugas kesehatan (nakes) dari Puskesmas Jagalempeni melakukan kunjungan pintu ke pintu, menyasar lebih dari 100 orang dengan penyakit kronis dalam rangka menyukseskan salah satu program Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yaitu Nakes Door to Door.

Dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Jagalempeni dr. Suparto Hary Wibowo, tim yang terdiri dari dua perawat, satu bidan, dan satu kader ini berangkat sejak pukul 08.00 WIB dengan membawa perlengkapan pemeriksaan lengkap – mulai dari alat ukur tekanan darah, glukometer, timbangan badan, hingga obat dasar yang siap diberikan sesuai kebutuhan.

Menurut dr. Suparto, kondisi geografis Desa Dukuhwringin yang sebagian berbatasan dengan lahan pertanian membuat akses jalan belum merata di seluruh wilayah. Hal ini menjadi penghalang utama bagi lansia dan ibu hamil untuk datang ke puskesmas.
“Sangat banyak yang kesulitan karena tidak ada transportasi yang mudah dijangkau, atau kondisi tubuh yang tidak memungkinkan mereka bepergian jauh,” jelasnya saat memberikan layanan di halaman rumah salah satu warga pada, Rabu 04/03/2026.

Perasaan lega juga dirasakan oleh Solikhin (60 tahun), warga RT 15 RW 09 yang menderita stroke. Lansia yang biasanya harus menunggu anaknya pulang kerja untuk berobat ini kini bisa diperiksa langsung di rumahnya.
“Sangat terbantu! Mereka tidak hanya memeriksa dan memberikan obat, tapi juga mengajari cara merawat diri dengan benar,” ujarnya dengan senyum puas.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan dasar, tim juga menyediakan layanan khusus sesuai dengan kebutuhan kelompok masyarakat:

BACA JUGA:  Komite Pemekaran Akan Grudug DPRD dan Pemrov Jateng, Desak Usulan Pemekaran Segera di Paripurnakan

– Lansia: Pemeriksaan fungsi tubuh utama, konseling pola makan sehat, dan pendataan untuk pemantauan berkala.

– Ibu hamil: Pemeriksaan berat badan, tinggi badan janin, serta edukasi persiapan persalinan dan perawatan bayi baru lahir.

– Anak-anak: Pengecekan pertumbuhan dan imunisasi tambahan bagi mereka yang belum menyelesaikan jadwal vaksinasi.

– Masyarakat umum: Penyuluhan pencegahan penyakit menular seperti flu dan demam berdarah, serta pentingnya kebersihan lingkungan.

Selama kunjungan, tim juga menemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, salah satunya Moh. Faria Faisol (8 tahun) dari RT 01/01 yang menderita kusta. Muslimin, salah satu perawat tim, menjelaskan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan total melalui terapi kombinasi antibiotik (Multi Drug Therapy/MDT) selama 6 bulan hingga 2 tahun, yang disediakan secara gratis di puskesmas.
“Kita pastikan setiap kasus mendapatkan penanganan tepat. Bagi yang perlu rujukan ke rumah sakit besar, kami akan bantu prosesnya,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak bisa terlaksana tanpa dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Dukuhwringin, H. Masyuri, menyatakan bahwa pihak desa telah membantu mendata warga yang membutuhkan dan menyebarkan informasi tentang kunjungan tim Nakes Door to Door beberapa hari sebelumnya.

“Kami juga sediakan ruang di balai desa untuk istirahat dan pendataan. Semoga program ini bisa berlanjut secara berkala karena sangat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, Kepala Puskesmas Jagalempeni dr. Suparto Hary Wibowo memberikan jaminan tegas terkait penanganan kasus yang ditemukan selama kunjungan Nakes Door to Door atau pintu ke pintu di Desa Dukuhwringin. 100 orang yang menderita penyakit kronis yang memerlukan perawatan khusus, pihaknya akan terus melakukan pemantauan hingga akhir tahun 2026.

BACA JUGA:  Bukber Bareng Media: Dandim Brebes Sebut TMMD Jadi 'Jembatan Hati' Antar TNI dan Rakyat

Saat ini yang tercatat 100 kasus yang menjadi fokus perhatian kita, bukan berarti kita akan melupakannya begitu saja. Kami akan melakukan follow up secara berkala sepanjang tahun 2026 untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan pemulihan yang maksimal,” ujar dr. Suparto dengan nada tegas.

Jaminan ini disampaikan setelah tim nakes menemukan kasus penyakit kusta pada Moh. Faria Faisol (8 tahun), warga RT 01/01 Desa Dukuhwringin, dalam kunjungan yang menyasar lebih dari 100 warga dengan penyakit kronis. Menurutnya, setiap kasus kesehatan masyarakat tidak boleh dianggap remeh, terutama yang berpotensi menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan benar.

“Kita tidak hanya berhenti pada pemeriksaan awal dan pemberian obat. Follow up secara teratur akan membantu kita mengevaluasi perkembangan kondisi pasien, memastikan kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta menangani segala kemungkinan perubahan kondisi dengan cepat,” tambahnya.

Untuk mendukung proses follow up tersebut, dr. Suparto menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama erat dengan pemerintah desa dan kader kesehatan lokal. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemantauan bisa dilakukan secara teratur.

“Kesehatan adalah investasi bagi masa depan masyarakat. perhatian yang kita berikan akan menjadi bukti bahwa tidak satu pun warga akan dibiarkan sendirian dalam menghadapi masalah kesehatan,” pungkas dr. Suparto.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *