Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dinkes Aceh: Ayo Terapkan “Isi Piringku” Sebagai Pengganti Pola Makan 4 Sehat 5 Sempurna

Stunting
Kabid Kemas Dinkes Aceh, dr. Sulasmi, MHSM. (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEH – Isi Piringku merupakan program bagi masyarakat dalam memahami bagaimana porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang.

Hal tersebut disampaikan, kepala Dinas Kesehatan Aceh, melalu Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kemas) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Sulasmi, MHSM saat dikonfirmasi hariandaerah.com, diruang kerjanya, Jumat (9/6/2023).

“Isi Piringku adalah pengganti konsep 4 Sehat 5 Sempurna. Konsep lama tersebut kini tidak lagi mengakomodasi pemenuhan gizi seimbang. Selain menerapkan Isi Piringku, kami juga mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak,” kata Sulasmi.

Lebih lanjut, Kabid Kemas mengatakan, bahwa pemerintah dari selama ini telah menggencarkan gerakan Isi Piringku sebagai pengganti konsep empat sehat lima sempurna yang selama ini dikenal masyarakat. Isi Piringku merupakan pedoman agar masyarakat paham pentingnya makan sehat dengan gizi seimbang.

“Selama ini pemahaman masyarakat mengenai nutrisi sangat penting sebab Indonesia tengah menghadapi beban ganda masalah gizi,” ujarnya.

Di satu sisi, kata Sulasmi, Indonesia masih menghadapi masalah gizi kurang, stunting, dan kurus. Salah satu penyebab rendahnya kualitas kesehatan seseorang karena kurangnya makan sayur dan buah. Ditambah kurangnya aktivitas fisik dan tidak rutin cek kesehatan.

“Data Riskesdas menunjukkan penduduk yang mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah cukup masih di angka kurang dari 10%. Padahal, di Indonesia khususnya Aceh, berbagai macam buah dan sayur yang bisa didapatkan dengan mudah,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Kemas menyampaikan, untuk konsep empat sehat lima sempurna sudah lama dikenal masyarakat, tapi konsep yang menekankan konsumsi susu sebagai penyempurna gizi itu sudah tidak relevan sebab untuk mendapatkan kecukupan gizi, masyarakat tidak harus minum susu. Susu ‘hanya’ bagian dari sumber protein.

“Dengan diperkenalkan konsep Isi Piringku sebenarnya mendorong masyarakat untuk makan dengan gizi seimbang, tetapi konsep gizi seimbang sulit dimengerti sepenuhnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Kemudian Sulasmi menjelaskan, Isi Piringku merupakan pedoman yang disusun oleh Kementerian Kesehatan untuk mengampanyekan konsumsi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang.

Dalam satu piring setiap kali makan, setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk.

Jadi konsep Isi Piringku ini, bukan hanya mengatur jenis makanan dan minuman yang seharusnya dikonsumsi setiap kali makan, tapi juga memberikan informasi terkait porsi yang sebaiknya dikonsumsi agar bisa memenuhi kebutuhan gizi dalam satu hari.

Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dari gerakan (Kampanye) Isi Piringku. Padahal dengan menerapkan Isi Piringku, stunting bisa dicegah sejak awal

“Untuk porsi Isi Piringku ini, terdiri dari makanan pokok yakni sumber kabohidrat dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. Lalu dilengkapi oleh lauk pauk dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring,” kata Kabid Kemas itu.

“Kemudaian, untuk setengah piring lainnya diisi dengan proporsi sayur-sayuran dengan porsi 2/3 dan buah-buahan dengan porsi 1/3. Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi,” sambungnya.

Bersama dengan kampanye Isi Piringku, Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Dikarenakan, sayur dan buah memiliki banyak manfaat yang penting bagi kesehatan.

Padahal rekomendasi Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia, jumlah minimal konsumsi sayur dan buah itu adalah sebanyak 5 porsi sayur dan buah setiap harinya.

BACA JUGA:  Mulai Perjalanan Baru, 260 Siswa Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes

“Ironi memang dengan kondisi negara kita Indonesia yang kaya dengan berbagai macam buah dan sayur yang bisa didapatkan dengan mudah,” ucapnya.

Selain itu, Isi Piringku juga memuat ajakan untuk mengonsumsi 8 gelas air setiap hari, melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari, dan mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah makan.

Tak hanya menerapkan Isi Piringku lanjut Dia, masyarakat dan para remaja diharapkan dapat menerapkan gaya hidup sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, berolahraga, memantau berat badan, dan minum air putih 8 gelas setiap hari.

“Dengan cara ini, maka remaja putri masa kini tidak hanya menjaga kesehatan sendiri, tapi juga akan berdampak di masa yang akan datang, dimana mereka akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” tandasnya.

Untuk mengetahui apakah keluarga atau seseorang itu sehat, maka diperlukan alat ukur berat badan dan tinggi badan di rumah dengan indikator yang ditetapkan Kemenkes yaitu sebagai berikut.

Indeks massa tubuh = Berat badan dalam kg / tinggi badan dalam meter x tinggi badan dalam meter lagi. Jika hasilnya.

Dibawah 17,0 maka dinyatakan sangat kurus alias kekurangan berat badan tingkat berat

17,0 sampai 18,4, maka dinyatakan kurus alias kekurangan berat badan tingkat rendah

18,5 sampai 25,0 adalah normal

25,1 samai 27,0 dinyatakan kelebihan berat dalam tingkat ringan

27,0 ke atas dinyatakan kelebihan berat badan dalam tingkat berat

Kini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memperkenalkan metode makan baru dengan gizi seimbang yaitu “Isi Piringku”. Dibandingkan dengan 4 Sehat 5 Sempurna, “Isi Piringku” juga turut menekankan pada berapa banyak porsi makanan yang ideal, menggunakan perumpamaan sajian dalam satu piring.

Berikut ini panduan makan gizi seimbang “Isi Piringku” yang dibuat oleh Kemenkes RI. Panduan “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pedoman Isi Piringku Kemenkes RI

  • Makanan Pokok

Makanan pokok merupakan makanan yang mengandung karbohidrat yang cukup untuk menambah energi. Ada ragam makanan pokok, sesuai dengan keadaan tempat dan budaya, seperti beras, jagung, singkong, ubi, talas, sagu, dan produk olahannya misalnya roti, pasta, mi, dll.

Sebagai panduan makan gizi seimbang, dalam satu piring, disarankan mengonsumsi makanan pokok sekitar 150 gram nasi yang setara 3 centong nasi, atau 3 buah kentang ukuran sedang dengan berat total 300 gram, atau 75 gram mie.

  • Lauk Pauk

Lauk-pauk terdiri dari protein hewani dan nabati. Beberapa jenis sumber protein hewani misalnya seperti daging sapi, dan kambing, ayam, bebek, ikan dan makanan laut lainnya, telur, susu dan hasil olahannya yang berasal dari hewan. Sementara, lauk-pauk nabati berupa tahu, tempe, dan kacang-kacangan yang mana semua makanan tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Dalam satu piring, panduan makan gizi seimbang, disarankan makan lauk hewani

75 gram ikan kembung

2 potong ayam tanpa kulit ukuran sedang (80 gram)

2 potong sapi ukuran sedang (70 gram) Untuk protein nabatinya, bisa dengan tahu 100 gram

2 potong tempe ukuran sedang (50 gram)

  • Sayur-sayuran

Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral, terutama mengandung zat karoten, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan fosfor yang sangat berguna bagi tubuh. Sebagian vitamin dan mineral dalam sayuran berperan sebagai antioksidan. Ada beberapa sayuran yang bisa langsung dikonsumsi mentah, dan ada yang perlu dimasak terlebih dahulu dengan cara direbus, ditumis, atau dikukus.

BACA JUGA:  36 Personel Polres Pidie Jaya Naik Pangkat, Ini Daftarnya

Beberapa contoh sayuran yang biasanya banyak dikonsumsi seperti terong, timun, selada air, labu siam, rebung, kangkung, lobak, buncis, brokoli, daun singkong, tomat, wortel, bayam, dan lain sebagainya.

Sebagai panduan makan gizi seimbang, disarankan dalam satu piring mengonsumsi 150 gram sayur, atau sama dengan ukuran satu mangkuk ukuran sedang.

  • Buah-buahan

Buah-buahan memiliki banyak vitamin seperti vitamin A, B, B1, B6, dan C, mineral, serta serat yang juga berperan sebagai antioksidan.

Mengonsumsi buah secara rutin dapat mencegah ragam penyakit, seperti jantung, serangan kerusakan hati dan stroke, mencegah kanker dan tekanan darah tinggi, meningkatkan imunitas tubuh, dan masih banyak lagi. Jadi jangan sampai lupa makan buah-buahan dengan porsi yang cukup.

Beberapa contoh buah-buahan yang umum dikonsumsi seperti pisang, melon, semangka, rambutan, durian, salak, pepaya, jambu, mangga, belimbing, apel, jeruk, dan masih banyak lagi.

Sebagai panduan makan gizi seimbang dalam satu piring, konsumsi di antaranya

2 potongan pepaya ukuran sedang (150 gram), atau

2 buah jeruk sedang (110 gram), atau

1 buah kecil pisang Ambon (50 gram)

  • Minum Air Putih Yang Cukup Dan Aktivitas Kebersihan Serta Olahraga

Tidak hanya makanan, panduan makan gizi seimbang “Isi Piringku” yang dibuat oleh Kemenkes juga meliputi minum air putih 8 gelas per hari, mencuci tangan, dan berolahraga fisik.

Minum gelas 8 hari dalam sehari dapat memelihara fungsi ginjal, menghindari dehidrasi, mengurangi risiko kanker kandung kemih, memperlancar pencernaan, merawat kulit, dan dapat mengontrol kalori.

Kemudian, sebelum dan sesudah makan, disarankan juga untuk mencuci tangan menggunakan sabun, selama 20 detik di bawah air mengalir dengan cara yang benar. Hal ini agar dapat mencegah dari kuman, virus dan bakteri yang berbahaya yang bisa menyerang tubuh sehingga tubuh mudah jatuh sakit. Mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir dapat mencegah penyakit seperti diare, hepatitis A, dan cacingan.

“Itulah gerakan hidup sehat yang dianjurkan oleh Kemenkes untuk mencegah berbagai macam penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh terutama bagi anak-anak,” tuturnya.

Kendati demikian, Sulasmi menyampaikan, meskipun masyarakat sudah makan makanan yang mengandung gizi seimbang dengan porsi sesuai, penting untuk melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari.

“Hal ini tidak hanya untuk membakar kalori, tetapi juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh dalam mencegah penyakit dan kesehatan mental,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sulasmi mengharapkan kedepannya pemerintah Aceh maupun dinas kesehatan kabupaten/kota se-Aceh terus mengkampanyekan Isi Piringku agar Stunting terus menurun dan juga perlunya kesadaran orang tua dalam penangan stunting seperti, mengimunisasi anak setiap bulannya, dengan mecukupi nutrisi dan memberikan makanan tambahan terhadap tumbuh kembangnya si kecil.

“Kita berharap kedepan stunting di aceh dapat turun melalui penerapan Isi Piringku, sesuai yang kita targetkan, dimana Aceh itu sendiri menduduki peringkat satu tertinggi di Sumatra,” harapan Kabid Kemas Dinkes Aceh itu.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *