BANDA ACEH – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Aceh menyebut Aceh menjadi daerah pertama percontohan (pilot project ) program Solar untuk Koperasi Nelayan (Solusi), yang telah diluncurkan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh, Azhari S.Ag, M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Kelemmbagaan T. Kamaluddin SE M.Si, kepada media hariandaerah.com, Selasa (13/6/2023).
Kamaluddin mengatakan, program Solusi tersebut, merupakan program kolaborasi tiga kementerian yakni Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Jadi, alasan Aceh tuan rumah (Mukernas IV KNTI) karena Aceh dapat salah satu program Solusi pilot project SPBUN nelayan yang berlokasi di Gaki Tuan, Lhoknga,” kata Kamaluddin.
Dalam kesempatan itu, Kamaluddin, menjelaskan bahwa peresmian SPUBN Koperasi Tunas Usaha Sejahtera tersebut, pada Minggu (14/5/2023) lalu yang berlangsung di kawasan wisata Gaki Tuan, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, bertepatan pada peringatan HUT ke 14 KNTI sekaligus Mukernas IV.
Pada kegiatan itu, lanjut Kamauddin, KNTI mengangkat tema konsolidasi gerakan nelayan tradisional untuk percepatan agenda kesejahteraan nelayan, kedaulatan pangan dan kelestarian lingkungan pesisir dan laut.
“Pembukan Mukernas tersebut, yang dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masuki dan dilanjutkan dengan peluncuran SPBUN Nelayan yang merupakan program Solusi dan launching pilot project tersebut makanya menteri pun ingin mengunjungi Aceh,” ujarnya.
Dalam hal itu, Kabid Kelembagaan Diskop UKM Aceh mengungkapkan, dengan diresmikannya SPBUN Koperasi Tunas Usaha Sejahtera itu, sebagai pemantik untuk para sektor nelayan di Aceh khususnya di kabupaten Aceh Besar, maka menjadi momentum dalam meningkatkan keuntungan yang lebih.
“Terkait kendala-kendala yang dihadapi oleh nelayan tradisional seperti akses BBM subsidi, perubahan iklim dan sarana prasarana nelayan dari selama ini, maka dengan hadirnya SPBUN ini, menjadi pemantik disektor nelayan untuk meraup keuntungan yang lebih” ujarnya.
Ia menambahkan, SPBUN Solusi yang diresmikan Menkop dan UKM tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dari total seluruh Indonesia sebanyak tujuh unit dan salah satunya Aceh yakni SPBUN Koperasi Tunas Usaha Sejahtera.
“Alhamdulillah Aceh mendapat kesempatan pertama untuk pengoperasian SPBUN yang dikelola oleh Koperasi Tunas Usaha Sejahtera salah satu koperasi nelayan yang ada di pesisir Aceh. Program ini merupakan bagian dari mendekatkan BBM kepada para nelayan yang selama ini harus ke SBPU dengan menempuh jarak yang jauh dan akan mengeluarkan biaya tambahan,” tuturnya.
Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh, juga berharap dengan adanya spbun sebagai program Solar untuk Koperasi Nelayan (Solusi ) yang ada di kawasan wisata Gaki Tuan, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dapat memudah nelayan serta dapat mensejahrakan dalam meningkat ekonomi di daerah pesisir tersebut.
“Kita berharap fasilitas yang ada saat ini nantinya dapat dikembangkan lagi, khususnya di kawasan pesisir sehingga seluruh masyarakat Aceh yang bekerja sebagai nelayan dapat memperoleh bahan bakar minyak dengan mudah dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” harapnya.













