Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kotak Amal Masjid Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku beraksi seorang diri dengan memanfaatkan situasi sepi di sekitar masjid. 

IMG 20250201 WA0007
Maling kotak amal masjid terekam CCTV

Aceh Barat Daya – Aksi pencurian kotak amal Masjid Babul Munawwarah yang berlokasi di Gampong Lhok Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terekam jelas oleh kamera pemantau atau CCTV pada Kamis malam (30 Januari 2025) sekitar pukul 23:44 WIB.

Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku beraksi seorang diri dengan memanfaatkan situasi sepi di sekitar masjid.

Pelaku yang mengenakan baju lengan panjang berwarna putih tampak mondar-mandir di sekitar area masjid sebelum akhirnya nekat merusak kotak amal yang terletak di dekat pintu masuk.

Setelah berhasil membobol kotak amal, pelaku langsung menggasak uang di dalamnya dan kabur menggunakan sepeda motor.

Keuchik Gampong Lhok Gajah, Agustiar, mengonfirmasi bahwa dari hasil rekaman CCTV, pelaku beraksi sendirian tanpa bantuan orang lain.

“Saat memasuki area masjid, pelaku tidak menutupi wajahnya, sehingga tampilan wajahnya terlihat jelas dalam rekaman,” katanya.

“Namun, setelah berhasil mengambil uang dari dalam kotak amal, pelaku tampak berusaha menyamarkan identitasnya dengan menutupi wajah menggunakan bajunya,” sambung Agustiar.

Dari pengamatan CCTV, ungkapnya, sebelum melancarkan aksinya, pelaku tampak beberapa kali berkeliling di sekitar masjid, seolah memastikan kondisi lingkungan dalam keadaan aman dan sepi.

“Setelah merasa situasi mendukung, ia mulai beraksi dengan merusak kotak amal dan mengambil uang yang ada di dalamnya,” jelas Agustiar.

BACA JUGA:  Aktivitas Galian C Diduga Ilegal di Desa Silau Maraja Resahkan Warga

Menariknya, kata Agustiar, pelaku tidak membawa tas atau kantong tambahan untuk menyimpan hasil curian.

“Uang yang berhasil diambil langsung dimasukkan ke dalam saku celananya sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor,” papar Agustiar.

Menurut penuturan Keuchik Agustiar, kotak amal di Masjid Babul Munawwarah biasanya dibuka hanya satu tahun sekali, sehingga jumlah uang yang tersimpan di dalamnya cukup besar.

“Diperkirakan jumlah uang yang ada di dalam kotak amal sebelum pencurian mencapai lebih dari Rp10 juta. Namun, setelah aksi pencurian terjadi, yang tersisa di dalam kotak amal hanya sekitar Rp2.720.000. Artinya, pelaku berhasil menggasak hampir setengah dari total uang yang tersimpan,” rinci Agustiar.

Menyikapi kejadian ini, pihak pengurus masjid dan aparatur desa Gampong Lhok Gajah telah sepakat untuk melaporkan kasus ini ke Polsek Kuala Batee.

Keuchik Agustiar menyatakan bahwa rekaman CCTV akan diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai barang bukti untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kasus ini akan segera ditindaklanjuti, dan kami berharap pelaku bisa segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” tegas Agustiar.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan pengamanan di tempat-tempat ibadah agar tidak menjadi sasaran aksi kriminal.

BACA JUGA:  Tekan Angka Kriminalitas, Polres Langsa Tangkap Pria Tersangka Pencurian

Ke depan, pihak pengurus masjid juga berencana untuk memperketat sistem keamanan, termasuk menambah jumlah kamera pengawas dan meningkatkan patroli lingkungan di sekitar masjid, terutama pada malam hari.

Kasus pencurian kotak amal di tempat ibadah bukanlah kejadian pertama yang terjadi di Aceh maupun di daerah lain.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi pengurus masjid dan masyarakat untuk lebih berhati-hati serta memperketat pengawasan terhadap aset keagamaan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umat.

Kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas pelaku dan mengamankan barang bukti lainnya yang dapat membantu proses penangkapan.

Warga Gampong Lhok Gajah diharapkan dapat memberikan informasi tambahan jika memiliki petunjuk terkait keberadaan atau identitas pelaku.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tempat ibadah, yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan suci, pun tidak luput dari tindakan kriminal.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan demi mencegah tindakan serupa di masa mendatang.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *