Aceh Barat Daya – Suasana Pasar Malam di Desa Guhang, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, tampak lebih aman dan tertib berkat kehadiran patroli gabungan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
Patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara aparat TNI-Polri dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus memberikan rasa nyaman bagi warga yang sedang menikmati hiburan rakyat tersebut.
Patroli gabungan ini dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Guhang, Bripka Zulna, bersama Babinsa Koptu Mirza. Kehadiran keduanya di tengah keramaian pasar malam bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi sarana komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat.
“Patroli ini sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas serta membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami ingin warga merasa aman ketika menikmati suasana pasar malam bersama keluarga,” ujar Bripka Zulna saat ditemui di lokasi, Minggu malam (31/8/2025).
Tidak hanya berkeliling area pasar malam, kedua aparat ini juga aktif berinteraksi dengan warga. Mereka menyapa pengunjung, pedagang, hingga pengelola wahana hiburan untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas secara langsung.
Imbauan yang diberikan mencakup kewaspadaan terhadap barang bawaan, menjaga anak-anak agar tidak terpisah dari orang tua, hingga menghindari perilaku yang dapat menimbulkan keributan atau perkelahian.
“Kehadiran aparat di tengah masyarakat sangat penting. Kami ingin memberikan rasa aman sekaligus mempererat hubungan antara TNI-Polri dengan warga desa,” tambah Koptu Mirza.
Langkah persuasif ini diapresiasi masyarakat. Para pedagang mengaku lebih tenang berjualan dengan adanya aparat yang siaga di sekitar lokasi, sementara pengunjung merasa lebih nyaman untuk membawa keluarga tanpa khawatir dengan gangguan keamanan.
Pasar Malam Desa Guhang sejak dibuka dua malam terakhir memang selalu ramai dikunjungi warga. Tidak hanya dari Desa Guhang sendiri, masyarakat dari desa-desa tetangga pun turut berdatangan untuk menikmati suasana pasar malam yang menghadirkan aneka jajanan, permainan, serta hiburan musik rakyat.
Keramaian inilah yang membuat kebutuhan akan pengamanan semakin penting. Tanpa pengawasan aparat, kerumunan besar berpotensi menimbulkan kerawanan, baik dari sisi kriminalitas maupun keselamatan.
“Acara pasar malam seperti ini memang sangat ditunggu-tunggu warga. Namun di sisi lain, potensi gangguan Kamtibmas juga cukup besar, mulai dari copet, kehilangan barang, hingga keributan antar pengunjung. Maka, pengamanan dari aparat menjadi faktor penting agar kegiatan ini tetap berjalan lancar,” kata Bripka Zulna.
Patroli gabungan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan Polri di tingkat desa. Kedua aparat berkolaborasi dalam setiap langkah, tidak hanya pada saat acara besar seperti pasar malam, tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari demi menjaga ketertiban lingkungan.
Koptu Mirza menegaskan bahwa sinergitas TNI-Polri adalah kunci menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi semata, melainkan tugas bersama. Dengan keterlibatan Babinsa, patroli menjadi lebih efektif karena TNI memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat desa. Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga,” ungkapnya.
Bripka Zulna juga menekankan bahwa kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas kegiatan masyarakat bertujuan mempererat hubungan emosional dengan warga.
“Babinsa tidak hanya bertugas di bidang pertahanan, tetapi juga membangun komunikasi sosial. Kehadiran mereka bersama Bhabinkamtibmas di lapangan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat,” jelasnya.
Lebih jauh, patroli gabungan di Pasar Malam Guhang bukan hanya fokus pada keamanan fisik, tetapi juga aspek edukasi. Melalui imbauan langsung, aparat berusaha menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama.
“Kalau masyarakat ikut peduli, tingkat kriminalitas akan berkurang dengan sendirinya. Aparat hanya bisa melakukan pengawasan terbatas, selebihnya partisipasi warga sangat dibutuhkan,” tutur Bripka Zulna.
Katanya, pesan tersebut sejalan dengan kebijakan Kapolres Aceh Barat Daya, AKBP Agus Sulistianto yang terus menekankan pendekatan humanis dalam menjaga Kamtibmas.
“Polri hadir bukan sekadar untuk menindak, tetapi lebih pada mencegah. Upaya persuasif seperti patroli gabungan, menyapa masyarakat, dan memberikan imbauan langsung adalah cara yang efektif untuk membangun kesadaran hukum,” ujar Bripka Zulna.
Kehadiran patroli gabungan di Pasar Malam Guhang mendapat apresiasi dari warga. Salah seorang pengunjung, Nurul Aini (34), mengaku lebih tenang membawa anak-anak menikmati wahana permainan berkat kehadiran aparat.
“Kalau ada polisi dan tentara yang berpatroli, kita jadi lebih aman. Anak-anak bisa bermain, kita pun tidak terlalu khawatir,” ujarnya.
Pedagang makanan, Syamsul Bahri (41), juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, keramaian pasar malam seringkali membuat pedagang was-was terhadap pencurian.
“Dengan adanya aparat yang berkeliling, alhamdulillah jualan jadi lebih tenang. Kalau ada masalah, bisa langsung lapor ke mereka,” katanya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pasar malam, aparat berencana untuk terus meningkatkan intensitas patroli, terutama pada malam akhir pekan yang biasanya dipadati pengunjung.
“Selama pasar malam masih berlangsung, kami akan tetap melakukan patroli gabungan secara rutin. Kami berharap warga juga ikut serta menjaga ketertiban agar suasana tetap kondusif,” tegas Koptu Mirza.
Kehadiran patroli gabungan TNI-Polri di Pasar Malam Desa Guhang menjadi bukti bahwa sinergitas aparat dengan masyarakat adalah kunci utama menjaga Kamtibmas.
Tidak hanya mencegah gangguan keamanan, langkah ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepercayaan warga terhadap aparat.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi TNI-Polri, diharapkan situasi kondusif di Kabupaten Aceh Barat Daya dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menikmati setiap kegiatan sosial maupun budaya dengan aman dan tenteram.













