Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pengukuhan Kepala BI Aceh, Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Screenshot 20250925 104630 Drive
Momen pengukuhan Agus Chusaini sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang dipimpin langsung Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti. (Foto: Ist).

BANDA ACEH – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, resmi mengukuhkan Agus Chusaini sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh dalam acara yang digelar di Ballroom Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (24/9/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BI Aceh sebelumnya, Rony Widijarto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta mitra strategis BI di Aceh. Diketahui, Agus Chusaini telah mulai melaksanakan tugas sebagai Kepala Perwakilan BI Aceh sejak Januari 2025.

Dalam sambutannya, Destry menyampaikan apresiasi kepada Rony Widijarto atas dedikasi yang diberikan selama menjabat, khususnya dalam memperkuat sinergi kebijakan BI di daerah. Ia juga menegaskan bahwa rotasi pimpinan merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk penyegaran organisasi dan amanah yang harus dijalankan penuh tanggung jawab.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Hadiri Syukuran HUT ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara

“Kami berharap para pimpinan BI di daerah dapat mengimplementasikan sekaligus mendiseminasikan kebijakan pusat dengan sebaik-baiknya. Ke depan, kami percaya Pak Agus dan Pak Rony mampu memberi kontribusi terbaik untuk daerah masing-masing,” ujarnya.

Destry juga menyoroti kondisi perekonomian Aceh yang masih menghadapi sejumlah tantangan. Pertumbuhan ekonomi Aceh tercatat sebesar 4,8 persen, sedikit di bawah rata-rata nasional (5,12 persen) dan rata-rata provinsi di Sumatera (4,9 persen).

“Masih perlu penggalian sumber-sumber pertumbuhan baru agar Aceh dapat sejajar dengan daerah lain,” ungkapnya.

Selain itu, inflasi Aceh yang mencapai 3,7 persen juga menjadi perhatian karena lebih tinggi dibanding target nasional. “Bank Indonesia memiliki mandat utama menjaga stabilitas nilai Rupiah, termasuk pengendalian inflasi. Karena itu, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi Aceh,” tambahnya.

BACA JUGA:  Illiza-Afdhal Resmi Pimpin Banda Aceh, Usung Visi Kota Kolaborasi

Pada kesempatan tersebut, Destry turut menyinggung dinamika global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Ia menekankan perlunya memperkuat ketahanan domestik dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja baru.

“Ini tantangan utama perekonomian Indonesia ke depan,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Bank Indonesia baru-baru ini menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen menjadi 4,75 persen, terendah sejak 2022. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kredit dan pembiayaan, sehingga mendorong aktivitas ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *