Jabar, – Prospek Cuaca Jawa Barat dalam sepekan ke depan menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, khususnya pada periode 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Informasi ini disampaikan oleh Stasiun Klimatologi Jawa Barat dan diunggah melalui akun resmi Instagram BPBD Kabupaten Bogor.
Dalam prospek cuaca mingguan tersebut, Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang, dapat terjadi secara lokal dengan durasi singkat di berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat.
Prakiraan cuaca ini diperbarui pada 28 Desember 2025 pukul 12.30 WIB, berdasarkan analisis dinamika atmosfer skala global, regional, hingga lokal, serta didukung oleh luaran model cuaca probabilistik dan deterministik.
Menurut Stasiun Klimatologi Jawa Barat, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung pertumbuhan awan konvektif. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya suhu muka laut yang relatif hangat, aktifnya gelombang atmosfer tipe Low Equatorial dan gelombang Rossby, serta kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat.
“Faktor-faktor tersebut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Jawa Barat,” demikian keterangan Stasiun Klimatologi Jawa Barat dalam prospek cuaca tersebut.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat tersebar cukup luas, mencakup Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, dan Sukabumi. Selain itu, wilayah Bandung Raya seperti Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang juga berpotensi mengalami kondisi cuaca serupa.
Di wilayah selatan dan timur Jawa Barat, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi di Garut, Tasikmalaya, Ciamis, serta Pangandaran. Sementara di wilayah utara dan timur laut, potensi hujan juga mencakup Cirebon Raya, meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengingatkan bahwa hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat, terutama pada masa libur akhir tahun dan awal tahun baru.
Sehubungan dengan itu, masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, mengenali potensi risiko bencana di lingkungan masing-masing, serta berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana. Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air, serta tidak membuang sampah sembarangan dinilai dapat membantu meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Pemerintah daerah juga diimbau untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan, serta menyosialisasikan protokol evakuasi kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
Untuk memperoleh informasi terkini mengenai Prospek Cuaca Jawa Barat, masyarakat diimbau mengakses kanal resmi BMKG melalui laman cuaca.bmkg.go.id, media sosial Twitter @infobmkg, Instagram @bmkg_jawabarat, serta aplikasi Info BMKG yang tersedia di perangkat iOS dan Android.













