SIMEULUE – Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Aceh ke 36 tahun 2023 telah usai dan secara resmi ditutup. Acara penutupan MTQ itu dihadiri Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Alhaythar, Minggu (3/12/2023).
Berdasarkan penilaian Dewan Hakim, juara umum MTQ Tingkat Provinsi Aceh kali ini diraih oleh kota Banda Aceh, dengan perolehan nilai keseluruhan enam puluh enam (66) dari katagori semua cabang.
Pringkat kedua, Kabupaten Aceh Besar Dengan nilai keseluruhan 65. Ketiga Kabupaten Aceh Selatan Dan Kota Langsa dengan nilai keseluruhan 38. Keempat, Kabupaten Aceh Utara, dengan nilai sebanyak 37.
Kemudian, tuan rumah Kabupaten Simeulue meraih peringkat ke Lima, dengan nilai keseluruhan sebanyak 35, jumlah juara yang diraih, juara 1, enam orang, juara 2 satu orang dan juara 3 dua orang.
Selanjutnya, posisi ke enam kabupaten Pidie dengan nilai keseluruhan sebanyak 25. Tujuh Kabupaten Aceh Timur dengan nilai keseluruhan 19. Delapan Kabupaten Nagan Raya dengan nilai 17. Sembilan Kabupaten Aceh Tengah dengan nilai 16. Untuk posisi 10 diraih Kabupaten Aceh Barat dengan nilai keseluruhan sebanyak 15.
Pj Bupati Simeulue, Ahmadlyah, SH., dalam sambutannya mengucapkan, selamat datang kepada Paduka yang Mulia Wali Nanggroe Aceh serta seluruh tamu undangan di Bumi Simeulue Ate Fulawan pada acara Penutupan MTQ ACEH KE-XXXVI di Kabupaten Simeulue.
“Pelaksanaan MTQ ke 36 Aceh dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari dimulai sejak tanggal 26 November 2023 sampai dengan tanggal 02 Desember 2023 yang dibuka langsung oleh Bapak Pj Gubernur Aceh,” ungkapnya.

Ia menambahkan, atas nama Pemerintah Daerah dan warga masyarakat Kabupaten Simeulue, kami mengucapkan selamat kepada peserta yang telah berhasil meraih prestasi, semoga dapat lebih mengembangkan prestasi ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadi duta Aceh ke level nasional.
Pada kesempatan yang sama, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Alhaythar dalam arahannya menyebutkan, alhamdulillah dimalam ini kita dapat berkumpul di Kabupaten Simeulue, untuk penutupan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Aceh ke-36.
“Sesuai dengan jadwal yang telah diagendakan, event yang menjadisalah satu catatan amal ibadah akan berakhir pada malam ini, semoga kita akan dipertemukan lain kali pada agenda yang yang sama di tahun yang akan datang,” harapnya.
Kemudian katanya, sudah menjadi pemahaman kita bersama bahwa hakikat dari MTQ ini bukan semata-mata untuk berlomba menjadi yang terbaik, namun lebih dari itu, MTQ adalah salah satu bagian dari upayah kita untuk kembali melestarikan tradisi mengaji.
“Sebagaimana tradisi orang Aceh terdahulu, dimana tradisi itu kian terkikis oleh zaman teknologi yang semestinya perkembangan teknologi itu lebih memudahkan upayah memasifkan kegiatan beut dan semeubuet di berbagai pelosok daerah,” sebutnya.














