Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Direktur Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd.: Misbahul Ulum Cetak Alumni hingga Mancanegara

IMG 20260506 WA0005
Direktur Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd.bersama Ketua Umum dan wisudawan di Misbahul Ulum Paloh hariandaerah.com/foto.nurman.

LHOKSEUMAWE – Pesantren Modern Misbahul Ulum kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mewisuda 176 santri Angkatan ke-29 Ajyaalul Mavaz, dalam prosesi khidmat yang digelar di Aula Teuku Umar, Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Rabu (6/5/2026).

Dari total wisudawan, sebanyak 64 merupakan santri putra dan 112 santri putri. Delapan santri berhasil meraih predikat cumlaude, sementara dua santri putra mencatat prestasi istimewa sebagai hafiz Al-Qur’an 30 juz.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Ketua Pembina Yayasan, Prof. Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., Ketua Umum Yayasan Drs. H. Zainal Abidin, M.K., M.Pd., jajaran pengurus yayasan, serta perwakilan Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H.

Selain itu, hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Dr. H. Azhari, M.Si., Kepala Kemenag Kota Lhokseumawe, unsur TNI-Polri, pimpinan instansi daerah, serta tokoh agama dan masyarakat.

Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa sistem pendidikan di pesantren tersebut mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren yang tetap berlandaskan kearifan lokal.

“Kami memadukan kurikulum nasional dan pesantren, sehingga santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Polri Tetap Berada di Bawah Presiden

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari aspek keilmuan, tetapi juga integritas dan akhlak.

“Banyak orang berilmu, namun belum tentu berintegritas. Nilai seseorang ditentukan dari bagaimana ia bersikap,” tambahnya.

Martunis juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap Misbahul Ulum terus meningkat, bahkan menjangkau mancanegara. Tahun ini, terdapat calon santri dari Jepang dan Amerika Serikat. Hingga kini, sebanyak 4.008 alumni telah tersebar di berbagai negara.

“Hal ini menjadi bukti bahwa Misbahul Ulum telah berkembang secara global melalui syiar pendidikan,” katanya.

Prosesi wisuda semakin semarak dengan penampilan santri yang mendemonstrasikan kemampuan membaca kitab kuning menggunakan metode Al-Miftah Lil Ulum, serta unjuk hafalan Al-Qur’an 30 juz yang diuji langsung oleh pembina tahfiz.

Perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Irwan, S.HI., M.Si., menyampaikan bahwa di usia ke-33 tahun, Misbahul Ulum telah menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berprestasi.

“Jadilah pionir dan teladan bagi umat, agar ilmu yang dimiliki memberikan manfaat bagi sesama,” pesannya.

Ia juga menilai perpaduan sistem pendidikan salafiah dan modern yang diterapkan telah menghasilkan capaian nyata dan layak menjadi inspirasi bagi lembaga lain.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Azhari, M.Si., menegaskan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari akademik, tetapi juga dari adab.

BACA JUGA:  Dinas Pendidikan Simeulue Gelar Sosialisasi Kesiapan Bersekolah PAUD dan SD

“Hari ini saya melihat masa depan yang cerah dari generasi Misbahul Ulum,” ungkapnya.

Pesan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang disampaikan melalui Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, menekankan pentingnya membangun generasi berkarakter kuat.

“Tantangan terbesar kita saat ini bukan peperangan, melainkan memberantas kebodohan,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Zamakhsyari menyampaikan bahwa perjalanan 33 tahun Misbahul Ulum telah melahirkan alumni yang berkiprah hingga tingkat internasional, mulai dari akademisi hingga diplomat.

“Alumni kami telah menjadi profesor di Australia hingga staf kedutaan besar RI di berbagai negara,” ujarnya.

Suasana haru menyelimuti penutupan acara saat dua santri dinobatkan sebagai hafiz Al-Qur’an 30 juz, yakni Muhammad Hafizhan Luthfi asal Desa Kandang, Lhokseumawe, dan Azzam Al Anzami asal Kota Juang, Bireuen.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Yayasan, Drs. H. Zainal Abidin, M.K., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut.

“Tidak semua orang mampu menghafal Al-Qur’an. Kalian telah membuktikan kesungguhan dan ketekunan itu,” ujarnya.

Wisuda ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para santri, sekaligus awal pengabdian mereka untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *