Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Sinergi Pusat-Daerah, Pemkab Brebes Percepat Penanganan Banjir Sungai Babakan Senilai Rp270 Miliar

IMG 20260507 WA0001
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, gelar audensi percepat penanganan banjir sungai Babakan bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung.(Foto dok humas Kominfo Brebes/hariandaerah.com)

BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan komitmen kuatnya menjamin keselamatan dan rasa aman masyarakat dari ancaman luapan Sungai Babakan, terutama di wilayah Kecamatan Ketanggungan dan sekitarnya. Langkah nyata diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan banjir yang kerap mencemaskan warga setiap musim hujan.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Pendopo Brebes, Senin (04/05/2026), antara Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung beserta rombongan.

Bupati Paramitha menyampaikan bahwa keresahan masyarakat menjadi perhatian utama dan prioritas pemerintah daerah. Ia mengakui, setiap mendekati puncak musim hujan, warga di sepanjang aliran sungai tersebut selalu diliputi kekhawatiran mengingat risiko banjir yang mengancam pemukiman dan lahan pertanian.

“Setiap kali mendekati puncak musim hujan, kami pun turut merasa cemas. Oleh karena itu, saya mohon dengan sangat agar seluruh upaya pengendalian banjir ini bisa terus dipercepat pelaksanaannya,” ujar Paramitha dalam pertemuan dengan Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Agus Kuncoro.

Menurut Bupati, persoalan banjir bukan sekadar masalah alam, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa, kenyamanan, dan keberlangsungan hidup masyarakat. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin peristiwa banjir besar yang pernah merendam ratusan rumah dan lahan pertanian terulang kembali.

Dampak kejadian sebelumnya dinilai tidak hanya merugikan secara materi dan ekonomi, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi warga terdampak. Atas dasar itu, pemerintah berkomitmen memastikan langkah penanganan berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Angka Kemiskinan dan Pengangguran Tertinggi di Jateng, Anggota DPRD Desak Bentuk Tim Khusus

Sebagai wujud keberpihakan pada masyarakat, Pemkab Brebes terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna mengawal setiap tahapan pekerjaan penanganan banjir. Langkah ini ditempuh agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan maksimal.

Hingga kini, berbagai upaya konkret telah dilaksanakan. Pemerintah pusat telah menyalurkan 350 unit bronjong untuk penguatan tanggul, sementara pekerjaan normalisasi saluran dan tanggul berjalan aktif di sejumlah titik rawan. Selain itu, program strategis penanganan Sungai Babakan dengan nilai investasi sekitar Rp270 miliar telah direncanakan dan dijadwalkan berlangsung pada 2026 hingga 2028 mendatang.

Program besar tersebut ditargetkan mampu melindungi ribuan rumah warga serta ratusan hektare lahan pertanian, sehingga masyarakat dapat beraktivitas, bertani, dan berkehidupan dengan lebih aman, nyaman, dan produktif.

Komitmen serius juga ditunjukkan melalui peningkatan alokasi alat berat untuk normalisasi sungai. Jika sebelumnya pemanfaatannya baru sekitar 5 persen, kini angkanya meningkat signifikan menjadi 50 persen dari total sumber daya yang ada. Hal ini menjadi bukti nyata perhatian besar pemerintah terhadap penanganan banjir di Brebes.

“Ini momentum sangat penting. Kami sangat berharap proses percepatan ini benar-benar terjaga. Bagi warga yang pernah terdampak, datangnya musim hujan bukan sekadar soal pergantian cuaca, melainkan soal keselamatan nyawa dan kelangsungan hidup mereka,” tegas Bupati Paramitha.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Agus Kuncoro, menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan layanan terbaik melalui penanganan banjir yang komprehensif dan menyeluruh. Ia menjelaskan pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada normalisasi badan sungai, tetapi juga mencakup penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA:  Akibat Hujan Deras, Lima Kecamatan di Nagan Raya Terendam Banjir

“Kami tetap hadir dan berjuang untuk masyarakat meski dalam berbagai keterbatasan. Bahkan, kami mengalokasikan sekitar 50 persen dari total sumber daya alat berat yang kami miliki khusus untuk Brebes, sebagai bentuk keseriusan pelayanan kami,” jelas Agus Kuncoro.

Ia menambahkan, penanganan sungai dan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Intervensi dari hulu ke hilir mutlak diperlukan agar hasil yang dicapai efektif, optimal, dan berjangka panjang.

Melalui penguatan sinergi pemerintah daerah dan pusat ini, diharapkan pengendalian banjir Sungai Babakan berjalan lebih efektif dan tepat waktu. Pemerintah pun menegaskan kembali bahwa keselamatan serta kesejahteraan masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah pembangunan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah, Asisten Sekretaris Daerah, BKPH Banjarharjo Timur, RPH Pamedaran, Dinas Pekerjaan Umum Brebes, DPSDAPR, BPBD Brebes, Bapperida, DLH, Camat Ketanggungan, jajaran Kepala Desa Ketanggungan, KPS Masjaka, Hijau Lestari Indonesia (HLI), serta para tokoh masyarakat setempat.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *