Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dr. Karimuddin Wakili UNISAI pada Konferensi Internasional, Angkat Isu Farmasi Halal Global

IMG 20260621 WA0008
Dr. Karimuddin Wakili UNISAI pada Konferensi Internasional, Angkat Isu Farmasi Halal Global/hariandaerah.com /foto. ist

BATAM – Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong dosen untuk berkontribusi pada tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dosen UNISAI, Dr. Tgk. Karimuddin Abdullah Lawang, M.A., CIQnR, dalam konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Institut Kesehatan Mitra Bunda (IKMB) Batam bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT).(21/6/26)

Pada forum ilmiah tersebut, Dr. Karimuddin mendapat kehormatan sebagai Welcome Speaker sekaligus membuka secara resmi rangkaian konferensi internasional melalui penyampaian materi bertajuk “Halal Pharmaceutical Navigation: Integrating Islamic Jurisprudence and Modern Pharmacy in the Global Halal Market.” Kepercayaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan yang dimiliki dosen UNISAI di tingkat global.

Konferensi ini dihadiri akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Mesir, dan Yunani. Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari pengembangan farmasi halal, kesehatan global, inovasi sains, hingga penguatan industri halal dunia. Kehadiran peserta internasional semakin memperkuat posisi konferensi sebagai wadah kolaborasi akademik lintas negara dan disiplin ilmu.

BACA JUGA:  Ukir Sejarah, 2 Guru Pulau Siumat Juarai Kompetisi Jambore GTK Hebat Tingkat Provinsi Aceh

Pimpinan UNISAI menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Karimuddin untuk tampil sebagai pembicara pembuka. Menurutnya, partisipasi tersebut sejalan dengan visi universitas dalam memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban global.

Dalam pemaparannya, Dr. Karimuddin menegaskan pentingnya integrasi antara hukum Islam dan farmasi modern dalam membangun ekosistem farmasi halal yang kompetitif dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan farmasi halal tidak cukup hanya berfokus pada aspek sertifikasi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas ilmiah, keamanan produk, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Farmasi halal merupakan perpaduan antara kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Keduanya harus berjalan seiring untuk menghadirkan produk yang tidak hanya halal secara hukum Islam, tetapi juga aman, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Dr. Karimuddin.

BACA JUGA:  Sambut Idul Fitri, Kodim 0115/Simeulue Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga

Ia menambahkan bahwa prinsip halalan thayyiban harus menjadi landasan utama dalam pengembangan industri farmasi halal dunia. “Ketika nilai-nilai syariah dipadukan dengan inovasi sains dan teknologi, maka akan lahir produk-produk farmasi yang memberikan kemaslahatan bagi umat manusia sekaligus memiliki daya saing internasional,” katanya.

Keikutsertaan Dr. Karimuddin dalam konferensi internasional ini menjadi bukti bahwa dosen-dosen UNISAI memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam percaturan akademik global. UNISAI sendiri berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi dosen melalui penelitian, publikasi ilmiah, seminar, konferensi internasional, serta kerja sama akademik dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri guna melahirkan akademisi unggul yang mampu menjadi duta intelektual bangsa dan umat di tingkat dunia.(man)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *