Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Program Nakes Door to Door: Puskesmas Salem Jangkau Wilayah Terpencil, Capaian Melampaui Sasaran Hingga 110,14 Persen

IMG 20260623 WA0019
Kepala UOBF Puskesmas Salem, Kabupaten Brebes, Karta Atmanegara.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dan prioritas guna meningkatkan kualitas serta jangkauan pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Khususnya di wilayah binaan Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas Salem yang sebagian besar berupa daerah pedalaman dan cukup sulit dijangkau.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Puskesmas Salem, Karta Atmanagara, S.Km, saat memberikan keterangan kepada awak media hariandaerah.com, Selasa (23/6/2026).

Mengatasi kendala jarak dan medan yang berat, tim tenaga kesehatan mengambil langkah strategis dengan menerapkan konsep “Jemput Bola” lewat program Nakes Door to Door.

Melalui pendekatan ini, petugas turun langsung mendatangi rumah warga, sehingga akses pelayanan kesehatan tetap terjamin meski berada di lokasi terpencil yang sulit dicapai dengan kendaraan biasa.

“Harapan kami sederhana: seluruh masyarakat, dan terlebih lagi kelompok warga kurang mampu, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, cepat, dan optimal tanpa harus bersusah‑payah datang jauh ke pusat pelayanan.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, kami juga menggencarkan edukasi langsung tentang pentingnya menjaga daya tahan tubuh serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” jelas Karta.

Lebih jauh ia menambahkan, pelaksanaan program ini sekaligus menjadi wujud dukungan nyata terhadap program unggulan yang digulirkan Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Langkah ini ditargetkan mampu membantu menekan dan menurunkan angka kesakitan di wilayah Kecamatan Salem, sekaligus mempercepat pencapaian sasaran pembangunan kesehatan di seluruh Kabupaten Brebes.

BACA JUGA:  Meriahkan HUT Ke 77, Persit KCK Cab XX Dim 0103 Gelar Aneka Lomba

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari kekompakan serta kerja sama tim yang solid di lingkungan Puskesmas Salem. Menurut Karta, konsep dari awal memang menekankan bahwa keberhasilan layanan Door to Door sangat bergantung pada sinergi erat antara pemerintah daerah, jajaran petugas kesehatan, hingga partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

“Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kunci. Program yang dicetuskan Ibu Bupati hanya akan berjalan maksimal jika semua elemen saling mengisi dan mendukung satu sama lain di lapangan,” tambahnya.

Berdasarkan data rekapitulasi pelaksanaan selama kurun waktu Februari hingga Juni 2026, capaian Puskesmas Salem bahkan tercatat melampaui angka sasaran yang ditetapkan. Dari total sasaran awal sebanyak 1.292 orang, tim kesehatan berhasil melayani sebanyak 1.423 orang, atau setara dengan tingkat capaian 110,14 persen.

Berikut rincian kelompok yang telah mendapatkan pelayanan:

1. Ibu hamil: 46 orang

2. Ibu bersalin: 20 orang

3. Bayi baru lahir: 27 anak

4. Balita: 239 anak

5. Usia pendidikan dasar: 196 anak

6. Usia produktif: 623 orang

7. Usia lanjut: 213 orang

8. Penderita hipertensi: 77 orang

9. Penderita diabetes melitus: 21 orang

10. Gangguan jiwa / OGDJ: 2 orang

11. Orang terduga Tuberkulosis: 6 orang

12. Orang dengan risiko infeksi HIV: 5 orang

BACA JUGA:  Emak-emak Tanara Serang Dukung Andra - Dimyati di Pilgub Banten

Kegiatan ini telah disebarkan dan dilaksanakan secara merata di seluruh desa dalam wilayah Kecamatan Salem, dengan rincian jumlah warga yang terlayani per desa:

1. Desa Banjaran: 141 orang

2. Desa Ganggawang: 159 orang

3. Desa Citimbang: 155 orang

4 Desa Gunungjaya: 138 orang

5. Desa Gunungsugih: 137 orang

6. Desa Salem: 130 orang

7. Desa Indrajaya: 100 orang

8. Desa Gununglarang: 92 orang

9. Desa Tembongraja: 96 orang

10. Desa Winduasri: 88 orang

11. Desa Gunungtajem: 96 orang

12. Desa Windusakti: 42 orang

13. Desa Capar: 49 orang

Kepala Puskesmas Salem Karta Atmanagara menegaskan, bahwa program serupa akan terus dipertahankan dan diperluas jangkauannya, demi memastikan tidak ada satu pun warga, bahkan yang tinggal di titik terjauh sekalipun yang tertinggal dari akses pelayanan kesehatan dasar, di wilayahnya.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *