Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Azra: Jangan Tunggu Petir Menyambar, Bangun Payung Pencegahan Korupsi Sekarang!

IMG 20260714 WA0025
Foto : Ilustrasi dok hariandaerah.com/ Putra Zambase  

BREBES – Gelombang penegakan hukum kasus dugaan korupsi yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah menjadi cermin penting bagi seluruh pemerintah daerah, termasuk Brebes. Fenomena ini ibarat hujan yang tidak turun merata, namun petir bisa menyambar ke mana saja. Tidak semua daerah menghadapi masalah yang sama, tapi risiko penyimpangan bisa muncul di mana pun jika tata kelola pemerintahan kehilangan integritas, transparansi, dan pengawasan yang efektif.

Demikian disampaikan Pengamat Politik, Azra Fadillah Prabowo saat diminta tanggapannya terkait maraknya kasus hukum di lingkungan pemerintahan daerah, khususnya di Jawa Tengah pada, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, daerah yang hari ini terlihat aman bukan berarti terbebas dari potensi masalah. Sebaliknya, kasus yang terjadi di tempat lain tidak boleh dijadikan alasan untuk menyamaratakan bahwa seluruh pemerintah daerah memiliki kondisi serupa.

“Setiap pemerintah daerah punya kewajiban yang sama: terus memperkuat sistem pencegahan, jangan menunggu sampai masalah muncul baru bertindak,” tegas Azra.

BACA JUGA:  APBD 2026 Tangerang Disahkan Rp5,13 Triliun

Ia menekankan, dalam tata kelola pemerintahan yang baik, pencegahan jauh lebih bernilai dibanding sekadar penindakan belaka. “Penegakan hukum memang penting untuk efek jera, tapi membangun sistem yang berintegritas adalah investasi jangka panjang demi menjaga kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Brebes lanjut Azra, dinamika di daerah lain seharusnya dijadikan momentum evaluasi, bukan sekadar bahan perbandingan. Penguatan budaya integritas harus menjadi komitmen semua aparatur, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, hingga pengelolaan aset daerah.

“Pencegahan bisa dilakukan lewat langkah nyata: perkuat pengendalian intern, buka akses informasi publik, optimalkan sistem digital agar interaksi fisik yang berpotensi disalahgunakan berkurang, perkuat pengawasan internal, dan bangun budaya kerja yang jujur serta bertanggung jawab,” urainya.

Azra juga mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat adalah mitra paling strategis. “Pengawasan warga yang objektif, bertanggung jawab, dan berdasar fakta akan sangat membantu pemerintah menjaga kebersihan penyelenggaraan negara.”

BACA JUGA:  Kejari Kota Malang Terima 30 Mahasiswa UPN Magang

Ia menambahkan, kepercayaan publik tidak lahir dari penghargaan atau laporan capaian semata, melainkan dari konsistensi bekerja secara profesional, terbuka, dan mempertanggungjawabkan setiap langkah. “Komitmen antikorupsi harus terlihat dari tindakan nyata, bukan sekadar slogan di tembok atau spanduk.”

Pepatah “Sedia payung sebelum hujan” menjadi pesan kuncinya. “Artinya, bangun sistem pencegahan sejak dini. Saat petir menyambar tak terduga, hanya pemerintahan dengan fondasi tata kelola yang kokoh yang mampu bertahan,” pungkas Azra Fadillah Prabowo.

Semoga setiap dinamika hukum di daerah lain menjadi pelajaran berharga bagi Brebes untuk terus menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, dan memegang teguh amanah masyarakat. Keberhasilan pemerintah bukan hanya diukur dari banyaknya program yang selesai, melainkan dari kemampuan menjaga kepercayaan lewat pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *