Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Jalan Pagergunung–Telaga Terabaikan Sejak 2017, Warga Bantarkawung Desak Pemkab Bertindak

IMG 20261009 153433 1
Visualisasi peta: Jalur Dukuh Pagergunung (Desa Telaga) menuju Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung. Kondisi jalan rusak di ruas ini belum mendapatkan penanganan sejak akhir tahun 2017.(Foto dok hariandaerah.com)

BREBES — Jalan poros penghubung antar-desa di wilayah Kecamatan Bantarkawung kini menjadi sorotan tajam warga. Jalur yang menghubungkan Dukuh Pagergunung, Desa Telaga, hingga Desa Pangebatan, Kabupaten Brebes, dilaporkan dalam kondisi rusak parah di sejumlah titik, bahkan sebagian belum pernah disentuh perbaikan sama sekali sejak tahun 2017.

Berdasarkan pantauan di lapangan, akses utama Pagergunung menuju Desa Telaga dengan panjang sekitar 3 kilometer tercatat belum ada perbaikan sejak akhir tahun 2017. Sementara pada rute Pagergunung menuju Cipanas Tanjung Pangebatan yang membentang sepanjang 7 kilometer, terdapat sekitar 4 kilometer dalam kondisi rusak parah. Kerusakan di titik-titik tersebut telah berlangsung lebih dari empat tahun, dan dalam dua tahun terakhir beberapa bagian bahkan mengalami amblas serta berlubang dalam.

Herman, tokoh masyarakat Dukuh Pagergunung RT 05/RW 02, Desa Telaga, menyampaikan kekhawatirannya kepada awak media Kamis 08/10/2026. Jalur ini bukan sekadar jalan biasa, melainkan urat nadi kehidupan warga sehari-hari.

BACA JUGA:  Ekonomi Bergairah! DPU Brebes Tuntaskan Rabat Beton 300 Meter di Kalenpandan, Warga Beri Apresiasi

“Ini adalah satu-satunya jalan kami. Digunakan untuk ke sawah, ke pasar, dan anak-anak kami menempuhnya setiap hari untuk bersekolah di Desa Buaran Pangebatan. Kami merasa seperti dianaktirikan. Bayangkan, dari akhir 2017 hingga sekarang belum ada perbaikan sama sekali. Saat musim hujan tiba, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang sangat membahayakan keselamatan warga,” ujar Herman dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, kerusakan di jalur Cipanas Tanjung Pangebatan juga sangat memprihatinkan. “Dari 7 kilometer jalan, lebih dari separuhnya rusak parah dan sudah bertahan lebih dari empat tahun tanpa penanganan serius.”

Perlu diketahui, tidak seluruh ruas jalan di wilayah tersebut dalam kondisi rusak. Beberapa segmen jalan sempat mendapatkan penanganan pada tahun 2023 dan hingga saat ini kondisinya masih tergolong layak dilalui. Namun, sisa ruas yang rusak belum tersentuh, sehingga kesenjangan kondisi jalan terasa sangat nyata.

BACA JUGA:  Suwarno Gaungkan Budidaya Jamur Merang: Limbah Pertanian Berubah Jadi Sumber Penghasilan

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya menghubungi Kepala UPT DPU Bantarkawung, Siswanto, untuk menanyakan langkah penanganan terkait keluhan warga, namun belum menerima tanggapan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Brebes melalui dinas terkait segera meninjau dan melanjutkan perbaikan di titik-titik yang rusak parah. Pembenahan ini dinilai sangat mendesak, bukan hanya demi kelancaran aktivitas ekonomi warga, melainkan juga demi keselamatan anak-anak yang berangkat sekolah serta seluruh pengguna jalan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *