Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Bertema Malamang, SMK Negeri 7 Padang Raih Juara Karnaval Kota Tua 2025

WhatsApp Image 2025 08 08 at 13.33.36
SMK Negeri 7 Padang sabet gelar juara dalam ajang Karnaval Kota Tua. (Foto: Diskominfo Padang)

PADANG – SMK Negeri 7 Padang sukses meraih gelar juara dalam ajang Karnaval Kota Tua 2025 yang digelar di kawasan Batang Arau, Kamis (7/8/2025).

Mengusung tema malamang, tim SMK Negeri 7 tampil mencolok dengan konsep budaya yang unik, autentik, dan sarat makna, sekaligus memikat perhatian penonton.

Penggagas konsep, Raja Gusminal, mengungkapkan bahwa ide tersebut lahir dari keinginan mengemas nilai budaya klasik menjadi tampilan modern tanpa menghilangkan ruh aslinya.

“Meskipun jadul, kami ambil sisi modernnya. Karena tidak semua yang jadul itu ketinggalan zaman—justru bisa menjadi sesuatu yang cantik dan mengagumkan,” ujarnya.

Alih-alih menampilkan replika atau simbol, tim ini memilih menggunakan material bambu asli untuk seluruh properti dan kostum. Warna dan tekstur bambu dipertahankan secara alami, menciptakan kesatuan visual yang kuat sekaligus menyampaikan pesan budaya yang utuh.

BACA JUGA:  Lestarikan Budaya Minangkabau Lewat Festival Adat Budaya Pauh IX Kuranji 2025

“Tidak ada satu pun properti dan busana kami yang dibuat dari bahan sintetis. Semuanya langsung dari bambu. Bahkan warna kostum disesuaikan dengan warna bambu, lalu kami padukan dengan tarian yang dibawakan langsung oleh siswa,” jelas Raja.

Keunikan lain tampak pada sisi musik. Bukannya menampilkan talempong seperti lazimnya, mereka justru menghadirkan bunyi vokal khas “Hu-ha-hu-ha” yang menjadi ciri khas pertunjukan.

“Kami memang tidak memakai talempong, tapi justru di situ letak kreativitasnya—bagaimana menampilkan sesuatu yang berbeda, tapi tetap bermakna,” tambahnya.

Bagi Raja dan tim, kemenangan ini bukan hanya prestasi, melainkan juga momentum untuk menghidupkan kembali nilai budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

BACA JUGA:  Bertegas-Tegas, Perusahan Tak Daftarkan BPJS Karyawan Bakal Ditindak

“Kalau tidak dikenalkan secara terus-menerus, budaya seperti ini bisa hilang. Anak-anak harus paham tradisi dan etnis yang ada di sekitarnya,” tegasnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti kolaborasi solid antara guru dan siswa dalam menciptakan karya kreatif yang berpijak pada akar budaya lokal.

“Kami sangat bangga. Ini hasil kerja sama luar biasa. Anak-anak kami hebat—mereka yang membuat semuanya jadi hidup,” tutup Raja.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *