Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

BKMT Lhokseumawe dan Dinas Syariat Islam Gelar Seminar Pencegahan Stunting

Ketua BKMT Kota Lhokseumawe
Ketua BKMT Kota Lhokseumawe, Rosnelly Imran, SKM. (Foto: hariandaerah/Iin)

LHOKSEUMAWE – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah setempat menggelar seminar kesehatan berjudul “Pencegahan Stunting pada Anak Dalam Pandangan Islam” di Aula Wisma Kuta Karang Lama di Kecamatan Banda Sakti.

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 40 peserta dari empat kecamatan di Kota Lhokseumawe ini diawali dengan sambutan resmi dari Ketua BKMT Kota Lhokseumawe, Rosnelly Imran, SKM. Kedua pemateri utama, yaitu dr. Mawaddah Fitriah, SPPD, dan ustadz doktor Damanhur, Lc, memberikan wawasan yang mendalam tentang pentingnya pencegahan stunting pada anak, terutama dalam perspektif Islam.

Pada pembukaan seminar, Rosnelly Imran menyoroti peran BKMT dalam mendukung program pencegahan dan penanggulangan balita stunting yang saat ini menjadi fokus serius pemerintah. “Kehadiran BKMT mengambil peran penting dalam program ini. Kami terus berupaya agar kasus stunting di Lhokseumawe tidak meningkat lagi,” katanya. Senin (18/12/2023).

Seminar ini menjadi penting karena tidak hanya menyoroti aspek kesehatan fisik, tetapi juga menyelami dimensi spiritual dalam persiapan kehamilan. Sri Tamalia, Panitia Pelaksana, menjelaskan, “Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman kita terhadap pentingnya pemeliharaan kesehatan ibu selama hamil dalam upaya pencegahan balita stunting. Kami berharap ilmu yang didapat dapat disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk selalu menjaga kesehatan mereka.”

BKMT Lhokseumawe dan Dinas Syariat Islam Gelar Seminar Pencegahan Stunting IMG 20230927 WA0048
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Lhokseumawe, Rosnelly, SKM, bersama ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lhokseumawe Anja Syahrany, SE. (Foto: hariandaerah/Iin)

Ketua BKMT, Rosnelly Imran, menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat berkontribusi dalam upaya mencegah terjadinya stunting. “Pencegahan stunting adalah upaya untuk menyelamatkan diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa dari keterbatasan daya tahan tubuh, keterbatasan perkembangan otak, serta keterbatasan daya berpikir,” ungkapnya dengan serius.

Salah satu aspek yang ditekankan oleh Ketua BKMT adalah perlunya memeriksa kesehatan calon pengantin. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk mempersiapkan tubuh ibu hamil sejak awal. “Melalui BKMT, kita dapat menerapkan program Islam kepada ibu hamil, seperti rajin mengaji dan rutin beribadah. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan pertumbuhan bayi dalam kandungan berjalan dengan baik,” tambahnya.

BACA JUGA:  Alumni IAIN Lhokseumawe Minta Pemerintah Aceh Kirim Tim Evakuasi Maksimal

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Muhammad Maxsalmina S.HI.,MH, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan stunting.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan mencegah stunting di wilayah kita,” ujarnya.

Hadir dalam seminar tersebut, antara lain, perwakilan MPU Lhokseumawe, perwakilan Dinas Kesehatan, Ketua Dewan Wanita (DW) Kota Lhokseumawe, Sekretaris Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta undangan lainnya. Keberagaman peserta seminar mencerminkan komitmen bersama untuk menyatukan upaya dalam mencegah stunting di Kota Lhokseumawe.

Istri Penjabat (Pj.) Wali Kota Lhokseumawe, yang juga turut hadir dalam acara ini, menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat bersatu dalam kontribusi mereka untuk membantu Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam upaya pencegahan stunting. “Kita perlu menyadari bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” ungkapnya.

Seminar ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga merupakan langkah konkret menuju perubahan positif dalam masyarakat. Dengan membahas pencegahan stunting dalam pandangan Islam, diharapkan peserta seminar dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan ini ke lingkungan masing-masing.

Seiring dengan semakin gencarnya upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di tingkat nasional, kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian langkah konkret di tingkat lokal. Semoga seminar ini menjadi titik awal untuk lebih banyak lagi inisiatif serupa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, sehingga bersama-sama kita dapat menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Selain aspek-aspek kesehatan dan spiritual, penting juga untuk memahami bahwa pencegahan stunting melibatkan peran keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ini, peran ibu dan ayah sebagai penyambung generasi sangatlah krusial. Seminar ini tidak hanya menyoroti peran ibu hamil, tetapi juga memberikan pemahaman kepada ayah-ayah tentang tanggung jawab mereka dalam memastikan kesehatan dan perkembangan optimal anak.

BACA JUGA:  Upaya Pencegahan Stunting, Pj Bupati Nagan Raya Tinjau Kegiatan Germas

Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta mengutarakan kekhawatiran dan pertanyaan tentang bagaimana mengintegrasikan pemahaman Islam dalam praktik sehari-hari terkait kesehatan ibu hamil. Ustadz doktor Damanhur memberikan penjelasan mendalam tentang bagaimana ajaran Islam memberikan panduan konkret dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting.

Pentingnya peran masyarakat dan jejaring sosial juga dibahas dalam seminar. Masyarakat memiliki peran aktif dalam mendukung keluarga-keluarga yang sedang menghadapi kehamilan. Dalam konteks ini, BKMT dapat berperan sebagai penghubung antara keluarga dan sumber daya kesehatan serta dukungan sosial lainnya.

BKMT Lhokseumawe dan Dinas Syariat Islam Gelar Seminar Pencegahan Stunting plt kepala dinas syariat islam dan pendidikan dayah kota lhokseumawe muhammad
Plt. Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe. (Foto: hariandaerah/Iin)

Adanya komitmen dari Plt. Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, yang juga turut serta dalam sesi diskusi, menggarisbawahi bahwa dukungan dari pemerintah setempat sangatlah penting. Pemerintah bisa memberikan insentif dan fasilitas untuk mendorong ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta mendukung program-program pencegahan stunting yang melibatkan masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, BKMT dan instansi terkait dapat merancang program-program pendampingan untuk calon ibu dan ayah, memberikan dukungan sosial dan edukasi secara berkesinambungan. Dengan demikian, semakin banyak keluarga yang teredukasi dan mendapat dukungan penuh dari lingkungan sekitarnya.

Seminar ini bukan hanya menjadi acara sekali waktu, tetapi bisa dijadikan momentum untuk membangun gerakan bersama dalam pencegahan stunting. Kolaborasi antara lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan individu-individu di tingkat lokal adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak.

Melalui berbagai informasi yang disampaikan dalam seminar ini, diharapkan masyarakat Lhokseumawe dapat lebih peka terhadap isu kesehatan ini dan bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berkualitas. Semangat yang ditunjukkan dalam seminar ini harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik dan sehat untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *