Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Bupati Pringsewu Dorong Stabilitas Pangan Lewat GPM “Satu Ton Satu Pekon”

IMG 20250924 WA0136
Penyerahan beras dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) “Satu Ton Satu Pekon” di Balai Pekon Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Rabu (24/9/2025), dihadiri jajaran pemerintah daerah, kepolisian, Bulog, dan masyarakat penerima manfaat. (Sumber: Humas)

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu bersama kepolisian dan Perum Bulog meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) bertajuk Satu Ton Satu Pekon di Balai Pekon Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Rabu (24/9/2025). Inisiatif ini menjadi langkah strategis menahan gejolak harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyebut GPM sebagai bentuk intervensi nyata negara terhadap stabilitas pasokan. Menurutnya, distribusi pangan murah bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari ekosistem kebijakan publik yang menyentuh langsung jantung ekonomi rumah tangga.

“Gerakan ini diharapkan menjaga ketersediaan bahan pokok, mengendalikan harga, serta menekan inflasi. Lebih jauh, ia juga menjadi instrumen untuk memperkokoh ketahanan pangan daerah,” kata Riyanto dalam sambutannya.

BACA JUGA:  Kapolres Pringsewu Apresiasi 91 Kontributor di Pringsewu Cultural Festival 2025

Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra menambahkan, keterlibatan kepolisian dalam GPM menandai sinergi lintas lembaga yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga kesejahteraan warga. Ia menilai stabilitas harga pangan sering kali menjadi penentu ketenangan sosial.

“Melalui GPM, kami memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Ini sekaligus membantu meringankan beban belanja rumah tangga, terutama di tengah tekanan ekonomi global,” ujar Yunus.

Sebanyak satu ton beras disiapkan untuk tiap pekon—126 pekon dan 5 kelurahan—dengan distribusi dimulai hari yang sama. Gerakan ini diharapkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok desa.

Acara peluncuran turut dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, perwakilan Bulog, dan aparat kepolisian. Suasana peluncuran memperlihatkan semangat gotong royong lintas sektor, menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan bukan semata urusan pasar, tetapi juga tanggung jawab kolektif.

BACA JUGA:  Encus Diringkus di Rumah Usai Kabur Saat Judi di Pos Ronda Gadingrejo

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana intervensi kebijakan berbasis komunitas dapat menjadi penyangga stabilitas ekonomi. Di tengah volatilitas harga pangan nasional, Pringsewu berupaya memberi contoh bahwa penguatan kapasitas desa adalah strategi jangka panjang yang jarang mendapat sorotan, namun krusial bagi kemandirian pangan daerah. ( Davit/ Heru)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *