BREBES – Guna semakin kokohkan kemandirian keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Brebes terus berupaya meningkatkan dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini ditegaskan dalam arahan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, yang dibacakan Sekretaris Daerah Tahroni saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD yang diselenggarakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Brebes, bertempat di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu, Senin (3/8/2026).
Bupati menekankan bahwa setiap rupiah PAD yang berhasil dihimpun bukan sekadar angka laporan keuangan, melainkan sumber nyata untuk meningkatkan mutu pelayanan masyarakat, membangun infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta mendukung berbagai program kesejahteraan. Oleh sebab itu, upaya mengembangkan dan mengoptimalkan pendapatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran pemerintahan.
“Setiap rupiah Pendapatan Asli Daerah yang kita upayakan adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Brebes. Jangan hanya dianggap angka, karena di baliknya ada manfaat yang langsung dirasakan warga,” ujarnya dalam sambutan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi kehadiran narasumber Ihwan Sudrajat (Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat IPDN), berharap pemaparan dan wawasan yang dibagikan dapat melahirkan strategi terarah dan terobosan baru dalam menggali potensi pendapatan daerah.
Pemerintah daerah meminta agar hasil pertemuan tidak berhenti sebatas diskusi. Seluruh perangkat daerah, unit BLUD, dan BUMD diminta segera menindaklanjuti masukan dengan langkah nyata, kembali mengidentifikasi potensi yang belum tergali, serta mengelola sumber daya secara serius, kreatif, dan bersinergi demi pencapaian sasaran yang jelas dan bermanfaat.
“Jangan berhenti di ruang rapat ini. Harus ada tindak lanjut yang nyata di masing-masing satuan kerja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Brebes, Anna Dwi Rahayuning Rizky, melaporkan capaian gemilang tahun anggaran 2025: dari target Rp811,52 miliar, realisasi PAD mencapai Rp837,50 miliar atau 103,20 persen, melampaui sasaran sebesar Rp25,98 miliar. Angka tersebut menempatkan Brebes sebagai salah satu dari empat kabupaten/kota dengan nilai PAD terbesar di Jawa Tengah.
Rincian capaian tahun lalu:
✅ Pajak Daerah: Rp344,84 miliar (96,60%)
✅ Retribusi & Layanan Kesehatan: Rp444,42 miliar (melampaui target)
✅ Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Terpisah: Rp25,51 miliar (112,07%)
✅ PAD Lainnya yang Sah: Rp22,72 miliar (jauh melampaui sasaran)
Hingga 31 Juli 2026, realisasi PAD tahun berjalan sudah tercatat Rp507,64 miliar atau 59,45 persen dari target tahunan. Anna menjelaskan, dengan rata-rata perolehan bulanan selama tujuh bulan awal mencapai Rp72,52 miliar, kebutuhan rata-rata sisa bulan sekitar Rp69,26 miliar per bulan masih dalam jangkauan kemampuan, sehingga target tahunan dinilai sangat mungkin dicapai bahkan dilampaui kembali.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Inspektur Daerah, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Brebes, jajaran RSUD, kepala puskesmas, serta pimpinan BUMD dan lembaga keuangan milik daerah.















Respon (1)