Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dinas Kesehatan Aceh Ajak Masyarakat Cegah Stunting Sejak Hamil

dr-sulasmi-mhsm
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh, dr. Sulasmi, MHSM (Foto: hariandaerah.com/Imam)

BANDA ACEHDinas Kesehatan Aceh mengajak masyarakat untuk mencegah stunting sejak masa kehamilan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di provinsi tersebut. Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat, baik secara fisik maupun mental, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Menurut data dari Dinas Kesehatan Aceh, angka stunting di Aceh mencapai 30% pada tahun 2023.

“Kami mengajak semua pihak, terutama ibu hamil dan keluarga, untuk mencegah stunting sejak dini,” ujar Kepala Dinas kesehatan Aceh, dr. Munawar, Sp. OG (K), melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh, dr. Sulasmi, MHSM kepada hariandaerah.com, Senin (18/12/2023).

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, karena gizi yang cukup bagi ibu hamil sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Aceh telah merancang beberapa program untuk mencegah stunting. Salah satunya adalah program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak-anak. Program ini bertujuan untuk memastikan asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan anak-anak.

Selain itu, Dinas Kesehatan Aceh juga mengadakan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak-anak. Sosialisasi ini dilakukan melalui berbagai media, seperti seminar, pelatihan, dan media sosial.

“Kami berharap dengan adanya program-program ini, angka stunting di Aceh dapat diturunkan,” ujar dr. Sulasmi

“Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program-program ini, karena pencegahan stunting adalah tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Aceh berkomitmen untuk terus berupaya mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Mereka berharap, dengan kerja sama semua pihak, Aceh dapat menjadi provinsi yang bebas dari stunting.

Selain program-program yang telah disebutkan sebelumnya, Dinas Kesehatan Aceh juga aktif melakukan workshop dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting. Workshop ini diadakan di berbagai wilayah di Aceh, dengan target peserta yang beragam, mulai dari ibu hamil, keluarga, hingga tenaga kesehatan.

kegiatan-sosialisasi-pencegahan-stunting-dinkes-aceh
Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting Dinkes Aceh (Foto: hariandaerah.com/Imam)

Workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang stunting, mulai dari apa itu stunting, apa penyebabnya, bagaimana dampaknya, hingga bagaimana cara mencegahnya. Dalam workshop ini, peserta diajarkan tentang pentingnya asupan gizi seimbang, pola hidup sehat, dan pentingnya stimulasi dini bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain itu, Dinas Kesehatan Aceh juga melakukan edukasi melalui berbagai media, seperti brosur, poster, dan media sosial. Edukasi ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dan memberikan pemahaman tentang stunting kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Pj Gubernur Aceh Wajibkan Berbahasa Aceh Setiap Hari Kamis di Perkantoran

“Dengan adanya workshop dan edukasi ini, kami berharap masyarakat lebih memahami tentang stunting dan bagaimana mencegahnya,” ujar dr. Sulasmi.

“Kami percaya, dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah stunting,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Aceh berkomitmen untuk terus melakukan upaya-upaya ini dalam rangka mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat di Aceh.

Dalam upaya mencegah stunting, Dinas Kesehatan Aceh juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, organisasi kesehatan, dan komunitas masyarakat. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program pencegahan stunting.

Salah satu bentuk kerja sama ini adalah dengan melibatkan tenaga kesehatan di setiap puskesmas dan rumah sakit untuk aktif dalam program pencegahan stunting. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat, dengan memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Selain itu, Dinas Kesehatan Aceh juga menggandeng komunitas masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ini. Mereka diharapkan dapat membantu sosialisasi dan edukasi tentang stunting di lingkungan mereka, serta membantu mendistribusikan makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak-anak.

“Kami percaya, dengan kerja sama semua pihak, kita dapat mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” ujar dr. Sulasmi.

Dinas Kesehatan Aceh berharap, dengan upaya-upaya ini, angka stunting di Aceh dapat diturunkan dan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Mereka juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam program pencegahan stunting ini.

Tidak hanya Dinas Kesehatan Aceh, Ketua TP PKK Aceh, Ayu Marzuki, juga aktif dalam upaya pencegahan stunting ini. Ia secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting sejak dini. Ayu Marzuki percaya bahwa pengetahuan adalah kunci utama dalam mencegah stunting.

“Kami harus memahami bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah pendidikan dan ekonomi,” ujar Ayu Marzuki.

“Dengan mencegah stunting, kita tidak hanya menciptakan generasi yang sehat, tetapi juga generasi yang cerdas dan produktif,” tambahnya.

kadinkes-stunting-agara
Ketua TP-PKK Aceh, Ayu Marzuki saat meninjau lokasi pelayanan kesehatan bergerak DTPK Aceh di Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara.

Ayu Marzuki juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam program pencegahan stunting. Ia berharap, dengan kerja sama semua pihak, Aceh dapat menjadi provinsi yang bebas dari stunting.

“Kami percaya, dengan kerja sama semua pihak, kita dapat mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” ujar Ayu Marzuki.

BACA JUGA:  Ratusan Personil Polres Aceh Barat Dikerahkan Untuk Mengamankan Pilchiksung

“Mari kita bersama-sama berupaya mencegah stunting dan menciptakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita,” ungkapnya.

Dengan upaya-upaya ini, Dinas Kesehatan Aceh dan Ayu Marzuki berharap, angka stunting di Aceh dapat diturunkan dan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Mereka juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam program pencegahan stunting ini.

Selain itu, Ayu Marzuki juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan asupan gizi yang cukup dan seimbang bagi ibu hamil dan anak-anak.

“Keluarga adalah lingkungan pertama yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk memahami tentang stunting dan bagaimana mencegahnya,” kata Ayu Marzuki.

Ayu Marzuki juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan cukup istirahat. Menurutnya, pola hidup sehat ini sangat penting untuk mencegah stunting.

“Kesehatan adalah investasi terbaik yang bisa kita berikan untuk anak-anak kita, mari kita bersama-sama berupaya mencegah stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” ajaknya.

Dengan kerja sama semua pihak, Dinas Kesehatan Aceh dan TP PKK Aceh berharap, Aceh dapat menjadi provinsi yang bebas dari stunting. Mereka juga berkomitmen untuk terus berupaya mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat di Aceh.

Selain itu, Ayu Marzuki juga menekankan pentingnya pendidikan gizi sejak dini. Ia berpendapat bahwa pengetahuan tentang gizi seimbang dan pola hidup sehat harus diajarkan sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah.

“Pendidikan gizi seimbang dan pola hidup sehat adalah kunci dalam mencegah stunting, oleh karena itu, penting bagi kita semua, baik sebagai orang tua, guru, maupun masyarakat umum, untuk memahami dan menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Ayu Marzuki juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, karena lingkungan yang tidak sehat juga bisa menjadi faktor penyebab stunting.

“Lingkungan yang bersih dan sehat akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal,” ujarnya.

Dengan upaya-upaya ini, Dinas Kesehatan Aceh dan TP PKK Aceh berharap, angka stunting di Aceh dapat diturunkan dan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Mereka juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam program pencegahan stunting ini (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *