Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dinkes Aceh Luncurkan Program Inovatif Cegah Stunting

dinkes-aceh
Kepala Seksi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh dr. Dara Juliana Mkes (Foto: hariandaerah/Imam)

BANDA ACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh telah meluncurkan serangkaian program inovatif untuk mencegah stunting pada anak-anak. Stunting, yang merupakan masalah serius dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, telah menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Aceh telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan perawatan yang tepat kepada anak-anak yang berisiko. Salah satu program yang diluncurkan oleh Dinkes Aceh adalah program pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

“program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dini anak-anak yang mengalami stunting. Melalui program ini, tinggi badan anak akan terus dipantau setiap bulannya, sehingga dapat segera diambil tindakan jika ada indikasi stunting. Dengan demikian, anak-anak yang berisiko dapat mendapatkan perawatan yang diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang dari stunting,” Kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr. Munawar, Sp. OG (K), melalui Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Aceh, dr. Dara Juliana., M.Kes., usai menggelar Pertemuan Evaluasi Program Kesga dan Gizi TK Provinsi ke 2, di Hotel Ayani, Banda Aceh.

Selain itu, Dinkes Aceh juga telah meluncurkan program edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya gizi yang seimbang bagi pertumbuhan anak.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola makan yang sehat dan memberikan informasi tentang makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh anak-anak. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan orang tua dapat memberikan nutrisi yang cukup kepada anak-anak mereka, sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.

“Kami dari provinsi ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa intervensi yang tepat diberikan kepada anak-anak ini, termasuk menyajikan menu yang sesuai agar mereka dapat mengalami perubahan. Dengan harapan bahwa setelah satu bulan intervensi, kami yakin akan melihat perubahan positif, seperti peningkatan berat badan pada anak-anak,” ungkap Dara Juliana.

Dinkes Aceh bertekad menurunkan angka Stunting hingga 20%. Mereka bekerja keras dengan berbagai pihak untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar anak-anak di Aceh tumbuh dengan sehat dan kuat.

BACA JUGA:  Ketum PP Muhammadiyah Lantik PWM Aceh

“Dinkes Aceh berkomitmen untuk menurunkan angka Stunting di Aceh hingga 20 persen untuk tahun ini, karna kita tau bahwa tingkat Stunting di Aceh masih sangat tinggi, jadi dengan segenap program yang telah diluncurkan dari Dinkes Aceh semoga dapat mengurangi dan mengatasi masalah Stunting kedepan,” ungkap Kepala Bidang
Kesehatan Masyarakat, dr. Sulasmi, MHSM, kepada hariandaerah.com, Selasa (12/12/2023).

puskesmas-kualamakmur
Puskesmas Kualamakmur saat melakukan program posyandu kepada balita, di desa Kualamakmur ( Foto: hariandaerah/Imam)

Dalam upaya untuk mencapai target penurunan angka stunting, Dinkes Aceh juga melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan stunting melalui pendekatan yang komprehensif. Dengan menggabungkan sumber daya dan pengetahuan dari berbagai pihak, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.

Dalam upaya untuk mencapai tujuan penanggulangan stunting, Dinkes Aceh juga telah mengadakan pelatihan dan workshop bagi tenaga kesehatan dan petugas posyandu. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mendeteksi dini dan memberikan intervensi yang tepat kepada anak-anak yang berisiko stunting. Dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, diharapkan mereka dapat memberikan layanan yang lebih baik dan efektif dalam mencegah stunting.

Dengan demikian, generasi muda dapat lebih sadar akan pentingnya pertumbuhan dan perkembangan yang sehat serta dapat menjadi agen perubahan dalam melawan stunting. Semua upaya ini dilakukan dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mengurangi angka stunting di Aceh.

Menurut data dari Dinkes Aceh, beberapa daerah di Aceh masih memiliki tingkat angka stunting yang tinggi. Kota Subulussalam merupakan wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Aceh pada 2022, mencapai 47,9%. Kabupaten Aceh Utara menempati peringkat kedua dengan prevalensi balita stunting sebesar 38,3%. Masih ada 13 daerah di Aceh yang masuk kategori zona merah untuk kasus stunting.

BACA JUGA:  Pemerintah Aceh Dukung Pengembangan Kualitas Pendidikan Kedokteran USK, Ini Kata Sekda

Daerah-daerah yang masih menghadapi masalah stunting ini menjadi fokus utama Dinkes Aceh. Mereka telah menetapkan program-program khusus yang ditujukan untuk daerah-daerah tersebut. Misalnya, program “Gizi Sehat untuk Generasi Kuat” diluncurkan di Kota Subulussalam dengan tujuan memberikan pendidikan gizi kepada orang tua dan masyarakat setempat. Program ini juga melibatkan dokter dan ahli gizi yang memberikan konsultasi dan pemantauan secara rutin kepada anak-anak yang berisiko stunting.

puskesmas-kualamakmur
Puskesmas Kualamakmur saat melakukan program posyandu kepada balita di desa Kuala makmur (Foto: hariandaerah/Imam)

Selain itu, Dinkes Aceh juga telah meluncurkan program “Posyandu Sehat dan Cerdas” di Kabupaten Aceh Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di posyandu, termasuk pemantauan pertumbuhan anak secara berkala dan penyuluhan gizi kepada ibu-ibu balita.

Program ini juga melibatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan relawan lokal yang bekerja sama untuk mencegah stunting dan memastikan anak-anak mendapatkan perawatan yang optimal.

Selain program-program tersebut, Dinkes Aceh juga telah melakukan kampanye sosial melalui media massa dan media sosial. Mereka berusaha untuk menyebarkan informasi tentang stunting, termasuk penyebab, dampak, dan cara pencegahannya.

Tujuan dari kampanye ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting dan mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam melawan masalah ini.

Dinkes Aceh juga terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap program-program yang telah diluncurkan. Mereka bekerja sama dengan lembaga penelitian dan akademisi untuk mengukur efektivitas program dan mengidentifikasi area yang masih memerlukan perhatian lebih dalam penanggulangan stunting.

Dengan meluncurkan berbagai program inovatif dan melibatkan berbagai pihak, Dinkes Aceh berharap dapat mencapai hasil yang signifikan dalam penanggulangan stunting. Dalam upaya untuk mencapai tujuan ini, kesadaran masyarakat dan peran aktif orang tua sangatlah penting.

Dinkes Aceh mengajak semua pihak untuk bersama-sama berkomitmen dalam melawan stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di Aceh (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *