Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Disbudpar Aceh Ajak Pelaku Seni Ornamen Memodernisasikan Karyanya Jadi Seni Kontemporer

Disbudpar Aceh Ajak Pelaku Seni Ornamen Memodernisasikan Karyanya Jadi Seni Kontemporer disbudpar aceh 2
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.SI, (Foto: hariandaerah.com/H).

BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengajak pelaku seni ornamen Aceh untuk memodernisasi dan mengubahnya menjadi seni kontemporer. Upaya ini sebagai respons atas perkembangan zaman yang semakin pesat dan perubahan dalam preferensi seni masyarakat.

Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.SI, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bahasa dan Seni, Nurlaila Hamjah, S.SOS., M.M, mengatakan, seni ornamen Aceh telah lama menjadi bagian penting dari budaya Aceh. Dengan pola ukiran tradisional yang rumit dan indah, seni ornamen telah menghiasi berbagai bangunan, termasuk rumah adat, masjid, dan tempat ibadah lainnya. Namun, dengan perkembangan teknologi dan tren modern, seni ini harus beradaptasi agar tetap relevan.

Seni kontemporer adalah bentuk seni yang menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan teknologi modern, seperti video, gambar, dan suara. Ini memungkinkan seniman untuk menyampaikan pesan-pesan budaya melalui medium yang lebih kontemporer dan dapat diakses oleh audiens yang lebih luas.

“Kami ingin mengajak para seniman ornamen Aceh untuk melihat potensi yang besar dalam seni konten porer. Dengan memodernisasi seni ornamen, mereka dapat menciptakan karya-karya yang lebih relevan dengan zaman sekarang dan dapat diterima oleh berbagai kalangan,” kata Nurlaila kepada media hariandaerah.com diruang kerjanya, Banda Aceh, Kamis (19/10/2023).

BACA JUGA:  Dalam Pencegahan Penyakit Ginjal, Dinkes Aceh: Hindari Faktor Ini
Disbudpar Aceh Ajak Pelaku Seni Ornamen Memodernisasikan Karyanya Jadi Seni Kontemporer seni 0rnamen
Seni Ornamen Menggunakan Desain Komputer. (Foto: hariandaerah.com/Irwansyah).

Langkah ini juga sejalan dengan upaya mempromosikan budaya Aceh kepada dunia. Dengan seni konten porer, pesan-pesan budaya Aceh dapat lebih mudah disebarkan melalui platform digital dan media sosial. Ini akan membantu memperluas cakupan dan meningkatkan pemahaman tentang budaya Aceh di tingkat internasional.

“Kita ingin seniman ornamen Aceh menjadi agen perubahan dalam mengangkat budaya Aceh ke tingkat global. Melalui seni konten porer, mereka dapat menciptakan karya yang menginspirasi dan mempromosikan budaya Aceh,” kata Nurlaila.

“Layaknya seni lukis yang awalnya menggunakan kuas dan cat, kami mendorong penggunaan teknologi digital dalam seni lukis untuk menciptakan karya yang lebih modern dan dinamis,” jelasnya.

Disbudpar Aceh juga berencana mengadakan workshop dan pelatihan untuk para seniman ornamen yang tertarik untuk memasuki dunia seni konten porer. Ini akan memberikan mereka keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggabungkan teknologi dalam seni mereka.

Selain itu, Disbudpar Aceh akan memberikan dukungan finansial untuk proyek-proyek seni konten porer yang dihasilkan oleh seniman ornamen Aceh. Ini akan memberikan insentif bagi mereka untuk menciptakan karya-karya yang berkualitas tinggi.

BACA JUGA:  Pidie Jaya Pamerkan Pakaian Teungku Malem Dagang Yang Berusia Ratusan Tahun di Ajang PKA ke-8

Melalui langkah-langkah ini, Disbudpar Aceh berharap dapat menciptakan gelombang inovasi di dunia seni ornamen Aceh. Dengan memodernisasi seni tradisional ini, mereka dapat mempertahankan warisan budaya mereka sambil mengikuti perkembangan zaman.

Seniman ornamen Aceh yang telah merespon ajakan ini menyatakan antusiasme mereka untuk menjajaki seni konten porer. Mereka melihat ini sebagai peluang untuk berkembang dan menciptakan karya-karya yang lebih relevan dengan masyarakat modern.

Dalam dunia seni konten porer, seniman ornamen Aceh dapat menggunakan teknologi seperti animasi, video, dan media digital lainnya untuk mengekspresikan pesan-pesan budaya Aceh. Ini akan memberikan mereka fleksibilitas yang lebih besar dalam menciptakan karya-karya yang menarik dan informatif.

Selain itu, seniman ornamen Aceh juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan seniman konten porer lainnya, baik di dalam maupun di luar Aceh. Ini akan membuka peluang untuk pertukaran ide dan inspirasi, serta memperluas cakupan karya-karya seni mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *