Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dorong Profesionalisme dan Efisiensi, Komisaris KBS Optimistis Capai Target Bisnis 2025

WhatsApp Image 2025 10 30 at 11.33.41
Komisaris PT Krakatau Bandar Samudra, Revitriyoso Husodo (tengah), bersama jajaran direksi saat kegiatan silaturahmi internal di Kantor KBS, Cilegon, Banten, Selasa (29/10/2025). (Foto: Ist).

CILEGON — Komisaris PT Krakatau Bandar Samudra (KBS) Revitriyoso Husodo mendorong jajaran direksi dan seluruh karyawan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan efisiensi kerja dalam menjalankan operasional perusahaan. Seruan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi internal di Kantor KBS, Jl. Mayjend S. Parman KM 13, Tegal Ratu, Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Selasa (29/10/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Utama KBS Noor Fuad, yang menyambut baik komitmen Dewan Komisaris dalam memperkuat sinergi internal dan mempercepat pencapaian target kinerja perusahaan tahun 2025.

Dalam sambutannya, Revitriyoso menegaskan pentingnya kolaborasi dan konsistensi seluruh elemen perusahaan agar target pendapatan tahun ini dapat terealisasi.

“Kita harus bekerja dengan semangat profesional dan soliditas tinggi. Dengan pengawasan dan manajemen yang baik, target revenue sebesar Rp2,2 triliun pada tahun ini bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Revitriyoso menyampaikan bahwa KBS atau Krakatau International Port (KIP) bukan sekadar perusahaan pelabuhan, tetapi memiliki visi menjadi pemain utama di sektor logistik nasional dan kawasan industri. Ia optimistis target pendapatan perusahaan sebesar Rp5 triliun pada tahun 2029 dapat dicapai jika seluruh elemen bekerja dengan budaya efisiensi yang kuat.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Andra Soni Minta Para Ibu Berikan Pengasuhan Anak dengan Baik

“Target itu bukan hal yang mustahil jika perusahaan dan pemerintah berkomitmen menerapkan budaya efisiensi secara menyeluruh,” tegasnya.

Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah memperkuat sinergi dengan Bea dan Cukai terkait kebijakan alokasi dan penunjukan pelabuhan impor. Revitriyoso menilai kebijakan tersebut perlu ditinjau ulang untuk menciptakan efisiensi di sektor logistik.

Menurutnya, produk-produk industri yang dihasilkan di wilayah Banten tidak seharusnya diarahkan ke Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, melainkan dapat dialihkan ke Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra di Cilegon. Hal serupa juga berlaku untuk produk buah dan sayur impor yang masuk ke Pulau Jawa.

“Akan jauh lebih efisien jika pelabuhan masuknya melalui Krakatau Bandar Samudra, karena sebagian besar konsumennya berada di wilayah Jabodetabek. Dengan demikian, biaya distribusi dapat ditekan dan harga jual produk bisa lebih kompetitif, sekaligus meningkatkan revenue perusahaan secara signifikan,” jelasnya.

Revitriyoso menekankan bahwa efisiensi bukan sekadar penghematan biaya, tetapi juga cara berpikir dan bekerja yang menekankan hasil maksimal dengan penggunaan sumber daya minimal — baik dari sisi waktu, fasilitas, modal, maupun tenaga kerja.

BACA JUGA:  Guna Menyongsong Bonus Demografi, Bupati Brebes Launching SMKN 1 Tonjong Sebagai SSK

Ia berharap budaya efisiensi dapat diterapkan di seluruh lini melalui penyederhanaan proses kerja, penghapusan hambatan antar tim, dan penerapan sistem otomasi operasional tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhamad Akbar Djohan, yang menyebut bahwa KBS merupakan bagian penting dalam ekosistem Krakatau Steel Group dan memiliki peran strategis dalam memperkuat daya saing logistik nasional.

Selain itu, langkah efisiensi yang ditekankan KBS juga mendukung Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Negara dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025, yang menekankan penghematan anggaran, pembatasan perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, serta fokus pada peningkatan kinerja dan pelayanan publik.

Penulis

Penulis: RohimEditor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *