Aceh Barat Daya – Semangat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 tahun ini akan semakin meriah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Abdya siap menggelar Festival Kemerdekaan yang menggabungkan berbagai kegiatan, mulai dari Car Free Day, Orangutan Day, hingga Bazar UMKM.
Acara besar ini akan dilaksanakan pada Minggu, 24 Agustus 2025 mulai pukul 07.00 WIB. Panitia telah menetapkan lokasi kegiatan dipusatkan di jalan dua jalur kantor Bupati Aceh Barat Daya, Komplek Perkantoran Abdya, yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan.
Festival Kemerdekaan kali ini mengangkat tema “ABDYA Merdeka Polusi, Merdeka Satwa, Merdeka UMKM, Masyarakat Sejahtera Menuju Arah Baru Abdya Maju”.
Tema tersebut menggambarkan tekad bersama untuk menjaga lingkungan, melindungi satwa, memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.
Perayaan HUT RI setiap tahun selalu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia.
Namun, pada tahun ke-80 ini, KNPI Abdya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Tidak hanya berupa upacara atau lomba, tetapi juga festival yang menyentuh aspek kesehatan, ekonomi, sosial, hingga budaya.
Dengan menghadirkan konsep Car Free Day, masyarakat dapat menikmati udara bersih tanpa polusi kendaraan bermotor. Kegiatan ini sekaligus mendorong pola hidup sehat melalui olahraga bersama di ruang publik.
Selain itu, kehadiran Orangutan Day menegaskan pesan bahwa kemerdekaan tidak hanya untuk manusia, melainkan juga untuk satwa yang harus dilindungi habitatnya.
Yang tak kalah penting, Bazar UMKM menjadi bagian utama festival ini. Kehadiran pelaku UMKM lokal akan membuka ruang promosi, memperluas pasar, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Abdya.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan.
Festival Kemerdekaan KNPI Abdya dirancang dengan ragam kegiatan yang menarik dan bermanfaat. Beberapa di antaranya adalah, Senam Pagi Bersama.
Mengajak masyarakat bergerak bersama menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat interaksi sosial.
Juga ada Pasar Beras Murah, disiapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sehingga dapat meringankan beban ekonomi.
Donor Darah, yang merupakan kegiatan sosial ini diadakan bekerja sama dengan PMI dan instansi terkait, dengan tujuan menambah stok darah yang sangat dibutuhkan di rumah sakit.
Selanjutnya, ada Panggung Merdeka yang akan menampilkan seni dan budaya lokal, mulai dari tari tradisional hingga hiburan modern, sebagai ajang ekspresi kreatif anak muda dan pelestarian budaya.
Terkahir akan ada Permainan Tradisional, seperti tarik tambang, balap karung, dan permainan khas daerah lainnya. Selain untuk nostalgia, kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan.
Selain kegiatan utama, panitia juga menyiapkan door prize menarik bagi masyarakat yang hadir. Kupon undian akan dibagikan secara luas, sehingga semua peserta memiliki kesempatan untuk membawa pulang hadiah.
Kesuksesan festival ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sejumlah instansi pemerintahan dan lembaga swasta turut ambil bagian, di antaranya BSI, Bank Aceh, Pegadaian, Bank Mustaqim Aceh, Indomaret, serta mitra lokal lainnya.
Keterlibatan sponsor ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memperkuat pesan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi semua pihak—pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Ketua KNPI Aceh Barat Daya, Teguh Novrianto, menegaskan bahwa Festival Kemerdekaan 2025 menjadi momentum penting untuk mengisi kemerdekaan dengan aksi nyata.
“Melalui Festival Kemerdekaan ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat Abdya. Car Free Day bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga simbol kepedulian kita terhadap lingkungan. Bazar UMKM adalah bukti nyata dukungan kita untuk ekonomi rakyat, sementara kegiatan sosial seperti donor darah menegaskan komitmen pemuda untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Teguh, Sabtu (23/8/2025)
Menurutnya, KNPI sebagai organisasi pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjadi penggerak perubahan. Pemuda tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga dalam tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan langkah konkret. Pemuda harus berani bergerak, bukan hanya bicara. KNPI Abdya siap menjadi garda terdepan untuk mendorong lahirnya generasi yang peduli lingkungan, mandiri secara ekonomi, dan aktif berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” tambah Teguh.
Festival Kemerdekaan ini diharapkan menjadi ajang pemersatu masyarakat Abdya dari berbagai kalangan. Anak-anak bisa menikmati permainan tradisional, remaja dapat menyalurkan kreativitas di panggung hiburan, orang tua bisa berbelanja kebutuhan pokok di pasar murah, sementara semua lapisan masyarakat bisa bersama-sama berolahraga di Car Free Day.
Lebih dari itu, festival ini juga menjadi ruang silaturahmi antar warga, mempererat hubungan antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan pelaku UMKM. Dalam suasana meriah, semua elemen masyarakat dipersatukan oleh semangat kemerdekaan.
Menutup pernyataannya, Ketua KNPI Abdya Teguh Novrianto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam Festival Kemerdekaan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Aceh Barat Daya, dari anak-anak, remaja, hingga orang tua untuk hadir meramaikan Festival Kemerdekaan ini. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan cara yang sehat, meriah, sekaligus mendukung UMKM dan kegiatan sosial. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi energi baru untuk Abdya yang lebih maju,” tegasnya.
Perayaan HUT RI ke-80 tahun ini di Aceh Barat Daya jelas bukan sekadar seremoni tahunan. Festival Kemerdekaan KNPI Abdya menjadi wujud nyata bahwa nilai-nilai kemerdekaan dapat dihidupkan melalui aksi sederhana namun berdampak besar yakni menjaga lingkungan, menolong sesama, mendukung UMKM, dan merayakan budaya lokal.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Festival Kemerdekaan 2025 diharapkan tidak hanya meriah, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam sebagai momentum kebangkitan baru menuju “Abdya Maju”.














